Marry You Kyuhyun’s side

Title : Marry You?

Author : Milla Anggraini

Main Cast : Cho Kyuhyun, Choi Hara

Rating : All Ages

Genre  : Romance, Comedy

Warning! : Typo bertebaran di mana2. Jadi harap maklum yah XD

Ps : Jadi aku bisa tahu di mana letak kurangku dan gak akan di ulang d ff selanjutnya

Disclaim : This FF is MINE! Don’t be PLAGIAT. Karena PLAGIAT itu DOSA!!!

Pokoknya saya TIDAK IKHLAS LAHIR BATIN sama yang PLAGYAT FF saya ^^

Cho Kyuhyun POV

“Bagaimana dengan pekerjaanmu?” Ayah menghampiriku yang masih berkutat dengan tumpukan kertas yang ada di hadapanku.

“Seperti yang kau lihat. Masih banyak yang harus diselesaikan.” Jawabku tanpa menoleh kearahnya.

“Hem..” dia hanya tersenyum lalu menarik salah satu kertas yang ada di hadapanku.

“Hal sekecil ini saja lama kau selesaikan!” ucapnya setengah membentakku.

“Ya, dengan otakku yang pas-pasan.” Jawabku sekenanya.

“Cih! Pas-pasan saat kau mendapatkan peringkat satu selama dua belas tahun? Pas-pasan saat kau lulus dengan skor sempurna saat kuliah dulu?”

“Setidaknya aku menyukai kegiatanku dulu. Menjadi seorang musisi dan komposer. Bukan seorang penerus perusahaan seperti ini!” Bantahku.

“Karena aku tidak mempunyai pilihan lain Cho Kyuhyun! Kau anakku!”

“Masih ada Ahra noona yang bisa melakukan hal ini. Kalau perlu suaminya bisa menjadi penerusmu!”

“Kau tidak mengerti. Seorang wanita tidak bisa mengerjakan hal seperti ini. Bahkan suaminya.”

“Kau tidak tahu Tuan Cho. Bukan karena mereka tidak bisa melakukan hal seperti ini. Ini semua karena kau takut seluruh kekayaanmu akan mereka ambil bukan?”

“Mereka sudah cukup kaya.” Ayah mulai bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah jendela. Membuka tirainya dan memandangi jalanan.

“Ya, karena itu kau mau menikahkan Ahra noona dengan Kim Dong Joon. Agar dia bisa menguasai kekayaan Hyunjae dan membantu memperluas perusahaanmu bukan?”

“Ternyata kau cukup pintar Cho Kyuhyun!” Lelaki tua itu tersenyum simpul lalu berjalan menuju arah pintu.

“Jangan lupa. Pertemuan keluarga besok pukul 7 malam.” Ia hendak membuka pintu namun ku sela.

“Pertemuan keluarga? Aku harap ini bukan sebuah perjodohan lagi Tuan Cho!” ia hanya tersenyum lalu keluar dari ruanganku.

Cho Seung Jo! Kau masih saja seperti dulu. Ambisius dan tidak berubah. Buta akan kekayaan dan kekuasaan.

__

Rencananya hari ini ada pertemuan keluarga. Entahlah pertemuan jenis apa ini, tapi pasti tidak jauh dari bisnis atau bahkan perjodohan. Yah bukan hal yang mustahil bukan? Ahra noona juga mengalami hal yang sama satu tahun lalu. Dijodohkan lalu dinikahkan dengan pria yang sama sekali tidak ia cintai. Namun apa daya? Cho Seung Jo memang pria yang keras kepala. Bahkan ibuku saja tidak bisa mengatasinya.

Sebenarnya kami bukanlah keluarga yang seperti itu tujuh tahun silam. Kami adalah sebuah keluarga yang bahagia, hangat dan mengerti satu sama lain. Namun hal itu berubah semenjak ayah bergabung dengan temannya membentuk sebuah perusahaan kecil. Dua tahun pertama tidak ada yang berubah, namun pada tahun ketiga teman ayahku menipunya dan membawa kabur sejumlah uang perusahaan yang menyebabkan ayah harus menanggung semua sendirian. Sejal saat itu dia bangkit dan merubah kepribadiannya menjadi seorang yang ambisius dan tidak mudah mempercayaai orang lain.

“Apa kau siap Kyuhyun-ah?” ibuku masuk dan membenarkan letak dasiku.

“apa ini sebuah perjodohan bu?” tanyaku padanya. Dia hanya tersenyum.

“You’ll know soon.”

Aku semakin yakin bahwa ini semua pasti rencana ayahku.

“May i refuse her??”

“Kau bisa memilih siapapun.”

“Jika aku tak suka wanita ini, aku bisa menolaknya kan?”

“Tentu saja!” Kami keluar dari kamarku dan berjalan menuju ruang tengah. Disana sudah ada ayah yang menunggu kami.

“Kau tidak terlihat buruk, anakku.”

__

“Perkenalkan, ini istri dan anakku.” Pria di hadapanku itu membungkuk dan memperkenalkan istri dan anaknya.

“Im Yoona imnida.” Ucap gadis yang sepertinya akan di tunangkan denganku.

“Cho Kyuhyun imnida.” Balasku lalu mengalihkan tatapanku.

__

“Kyu, apa kau ada acara?” Tiba-tiba Yoona masuk ruanganku lalu duduk di hadapanku. Kelakuannya persis sekali seperti ayahku.

“Banyak sekali.” Jawabku sambil fokus pada laptopku.

“Hei, bagaimana kalau kita makan siang bersama? Lalu shoping dan berjalan-jalan sebentar?” tanyanya sambil mendekatiku.

“Aku akan menolak perjodohan kita!”

__

“Aku menolaknya!” ucapku saat memasuki ruangan ayahku.

“Apa yang kau katakan?”

“Aku menolak bertunangan dengan Im Yoona!”

“Memangnya ada apa? Dia cantik, pintar, desainer terkenal pula!”

“Karena aku tidak menyukainya! Jodohkan aku dengan siapa saja, asal bukan wanita dengan tipe seperti Yoona.” Aku lantas keluar dari ruangan ayahku dan mendapati Yoona berdiri dengan tampang marah. Persetan dengan Yoona.

__

Author POV

Kyuhyun menatap pigura yang berisi foto wisudanya saat SMA dulu. Ia dan temannya Lee Donghae berfoto bersama. Dibelakang mereka terlihat seorang gadis dengan kucir kudanya sedang tersenyum ke arah mereka.

“Lee Donghae, kira-kira dimana dia sekarang?” Kyuhyun bergumam pelan.

Tiba-tiba saat Kyuhyun hendak meletakkan pigura itu, ponselnya berdering. Ia melihat daftar panggilan.

“Yeobseyo?”

“…”

“Sekarang? Dimana?”

“…”

“Baiklah.”

__

Kyuhyun mengemudikan mobilnya menuju restauran tempat seseorang menunggunya. Setibanya di parkiran ia langsung turun dan menuju sebuah kursi.

“Apa sudah lama menungguku noona?”

“Anio. Aku juga baru datang.” Jawab Ahra sambil tersenyum pada adiknya.

“Kemana Hyunjae hyung?”

“Tumben sekali kau menanyakan suamiku?”

“Huh..” Kyuhyun hanya mendengus kecil. “Bagaimana kabar kalian? Apa kau mulai mencintainya noona?”

Ahra sedikit terhenyak mendengar pertanyaan Kyuhyun. Hyunjae. Pria baik yang dijodohkan dengannya setahun yang lalu dan kini menjadi suaminya itu, bagaimana mungkin ia tidak mencintainya?

Ahra tersenyum ke arah Kyuhyun lalu menjawab pertanyaan yang tadi dilontarkan adiknya itu.

“Sepertinya begitu. Dia pria yang baik.”

“Mianhae noona . . . “Kyuhyun menggantung kalimatnya.

“Mianhae? Untuk apa?”

“Untuk semuanya noona, aku tahu ini semua berat bagimu.”

“Tidak seberat itu Cho Kyuhyun. Asal kau melakukan semuanya dengan ikhlas.”

“Hem… Seminggu yang lalu aku di jodohkan dengan anak relasi ayah. Tapi aku tolak, mengingat aku tidak menyukai sifatnya yang manja.”

“Kau tidak mencobanya terlebih dahulu?”

“Sudah ku lakukan. Tapi sepertinya aku memang tidak menyukai gadis itu.”

“Setidaknya kau sudah mencoba Kyuhyun-ah.”

“Kau mengajakku bertemu kemari apa untuk menanyakan hal ini?” tanya Kyuhyun. Ahra tersenyum.

“Kita tunggu Hyunjae dulu.” Lima menit kemudian Hyunjae datang sambil membawa tiga buah apel hijau.

“Kyu! Kau datang!” Seru Hyunjae mencoba ramah pada Kyuhyun.

“Ne.” Jawab Kyuhyun singkat. Ia memperhatikan Hyunjae yang memberikan sebuah apel hijau pada Ahra.

“Mau ku kupaskan?” Hyunjae menawari Ahra.

“Tidak perlu. Aku hanya ingin segigit saja!” jawab Ahra.

“Kau bilang tadi 3 buah?” Hyunjae sedikit kesal.

“Mianhae Joon-ah.”

“Hei! Sebenarnya untuk apa aku di undang kemari?” Kyuhyun mulai muak melihat kemesraan kedua manusia di hadapannya itu.

“Mianhae Kyuhyun. Sebenarnya Ahra memintamu kemari karena dua hal.” Jelas Hyunjae.

“Apa?”

“Yang pertama karena calon bayi yang ada di kandungannya ingin melihat wajah pamannya.” Lanjut Hyunjae.

“Ohh..” Kyuhyun hanya mengeluarkan kata itu. Lima detik kemudian ia tersadar.

“Bayi? Anak? Kalian? Kau noona? Hamil?” Kyuhyun memasang tampang bingung sambil menunjuk Ahra dan Hyunjae bergantian. Dua orang di hadapan Kyuhyun hanya mengangguk senang.

“Chukkae!” ucapnya tulus sambil menyalami Hyunjae dan meemluk noonanya.

“Lalu, apa hal yang kedua?”

Sejenak kedua manusia di hadapannya langsung saling melihat dan terlihat ragu.

“Ya! Cepat katakan! Apa hal yang ke dua?”

“Aku memiliki seorang kenalan wanita. Umurnya tiga tahun di bawahmu. Aku rasa ia cocok denganmu.” Hyunjae menjelaskan sambil meneguk kopinya.

“Apa? Apa kalian ingin seperti Cho Seungjo? Menjodohkanku?”

“Bukan begitu. Tapi entah kenapa aku rasa dia cocok menjadi pendampingmu. Dan aku yakin kau bisa menjaganya.”

“Waeyo?”

“Dia itu adik almarhum sahabatku, dan aku sudah menganggapnya sebagai adikku sendiri. Aku ingin kau mencobanya untuk kali ini saja. Bagaimana? Tolonglah aku.” Hyunjae berusaha meyakinkan Kyuhyun. Kyuhyun menatap Ahra meminta pertimbangan. Ahra mengangguk.

“Konstribusi apa yang aku dapat kalau aku mau menerima wanita itu?” Kyuhyun balik bertanya pada kedua kakaknya.

Ahra dan Hyunjae sedikit diam dan berpikir. Tiba-tiba Hyunjae mengatakan hal yang tidak pernah Kyuhyun duga.

“Aku akan menggantikan posisimu di perusahaan ayahmu. Dengan begitu kau bisa leluasa dan bebas menjadi apa yang kau mau. Bagaimana?”

“Bagimana dengan perusahaanmu sendiri?” Kyuhyun mulai tertarik dengan tawaran Hyunjae.

“Perusahaanku biar Aku, Ahra dan adikku Hyunbin yang mengurusnya.”

“Apa kau yakin kau menawarkan bantuan seperti ini hyung?”

“Sangat yakin Cho Kyuhyun. Karena aku tahu, jiwamu seorang musisi. Kau tidak memiliki jiwa pebisnis seperti kami.”

“Aku rasa sasaranmu kali ini tepat hyung.” Kyuhyun tersenyum simpul. Tanda bahwa dia menyetujui perjanjiannya dengan gadis pilihan kakaknya.

“Baiklah. Siapa namanya?” Tanyanya lagi.

“Namanya Choi Hara. Aku harap kau bisa menjaganya.”

‘Mollayo.”

__

Cho Kyuhyun POV

Hari ini hari pertunanganku dengan Hara. Aku sama sekali belum pernah bertemu dengan Hara sekalipun. Tentang tawaran Hyunjae hyung, aku meminta orang tuaku mengatur semuanya. Tidak sulit membujuk orang tuaku termasuk ayahku. Untung saja Hara memiliki latar belakang yang baik. Orang tuanya pengusaha kaya, jadi dengan mudahnya ayah menyetujui permintaanku. Pada awalnya memang ayah menolak dengan kesepakatan antara aku, Ahra noona, dan Hyunjae hyung. Tapi untung saja mereka berhasil meyakinkan ayah.

Sempat aku dengar bahwa Hara menolak di jodohkan denganku. Cih! Memangnya aku setuju? Kalau bukan Ahra noona yang meminta, aku juga pasti menolak. Selain itu kalau bukan karena iming-iming kebebasan yang aku impikan, aku juga takkan menyetujuinya.

Saat ini aku sedang berada dalam mobil yang akan mengantarku ke rumah Choi Hara. Meski aku termasuk orang yang kaku dan tidak ambil pusing, tapi dalam hati aku sangat cemas. Bagaimana kalau wanita itu tidak seperti yang aku harapkan? Karena sibuk dengan pikiranku selama di perjalanan aku tidak sadar bahwa kini mobil kami telah berhenti di sebuah rumah yang megah.

Aku masuk didampingi oleh orang tuaku. Disana aku melihat beberapa rekan bisnis Cho Seungjo yang sudah ku kenal. Mereka memberiku ucapan selamat. Kulihat Choi Seunghyun sedang menyalami tamu-tamunya.

“Ah! Tuan Cho! Aku tidak menyangka kalau anak-anak kita akan meneruskan jejak kita!” sambutnya sambil tersenyum ke arahku. Aku hanya membungkuk sedikit.

“Tolong panggilkan istri dan anakku sekarang!” perintahnya pada asistennya.

Tidak lama kemudian, turun dua orang wanita dari lantai atas. Aku tidak dapat melihat wajah mereka secara jelas. Baru kaki mereka saja yang nampak. Semakin lama aku bisa melihat mereka dengan jelas. Seorang ahjumma dan seorang gadis yang aku taksir usianya sekitar 20-21.

Tidak ada kata lain selain CANTIK. Bahkan Im Yoona yang katanya cantik itu tidak ada apa-apanya di bandingkan Choi Hara. Yah meski aku melihat sedikit ekspressi tidak rela di wjahnya, tapi itu tidak masalah bagiku. Hei, apa kalian bingung dengan perkataanku barusan? Apa kalian lupa bahwa aku ini juga seorang namja yang bisa tertarik oleh seorang wanita.

Malam ini Choi Hara menggenakan mini dress berwarna biru safir. Sangat pas dengan aku yang memakai kemeja berwarna biru tua juga. Sedangkan nyonya Kim memakai dress panjang berwarna hitam.

“Perkenalkan, Choi Hara. Putriku satu-satunya.” Tuan Choi mengenalkan Hara padaku. Aku tersenyum dan mengulurkan tanganku.

“Cho Kyuhyun.” Dia menatap tanganku lalu menjabatnya.

“Choi Hara.”

__

Author POV

Pada awalnya, memang niat dan tujuan Kyuhyun hanya mengincar kebebasan yang ia impikan. Menjadi seorang musisi dan komposer. Bahkan hatinya berkata bahwa ia tidak akan pernah mencintai Hara. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Bukan hanya karena Hara cantik. Tapi juga karena kepribadian Hara yang sedikit unik. Memang pertemuan mereka secara’resmi’ hanya dua kali. Namun di luar itu, Kyuhyun selalu mengawasi Hara. Mencari tahu sifat calon istrinya. Membuntutinya dari rumah, ke kampus lalu ke tempat-tempat lainnya.

Kyuhyun merasa bahwa ia menjadi seorang penguntit. Namun hasil yang ia dapatkan tidaklah mengecewakan. Ia merasa kepribadian Hara cocok dengan kriteria wanita idamannya.

Baik, lucu, humoris, jahil dan masih banyak lagi. Satu sifat Hara yang paling Kyuhyun suka adalah saat Hara selalu bisa membuat orang lain tertawa. Ia yakin kehidupannya nanti akan banyak berubah. Dengan sifatnya yang bertolak belakang dengan Hara, ia yakin ia pasti akan melewati hari-hari yang sedikit ‘sulit’.

__

“Kyuhyun, apa kau tahu di mana eomma meletakkan cincin yang kemarin kau beli?” tiba-tiba eomma masuk ke kamarku.

“Mwoya?”

“Cincin. Kau tahu di mana cincin pernikahan kalian nanti?”

“Mana aku tahu. Kan eomma yang menyimpan. Jangan bilang kalau cincin itu hilang.”

“Eoma juga tidak mau mengatakannya. Tapi apa boleh buat? Cincinnya memang hilang.”

Apa? Hilang katanya? Mengapa bisa begitu si? Eomma selalu saja ceroboh.

Aku lalu mencari kotak biru berisi sepasang cincin yang rencananya besok akan ku pakai di acara pernikahanku. Dari kamarku, kamar Ahra noona, kamar orang tuaku, bahkan kamar mandipun aku buat berantakan. Hei, siapa yang tidak khawatir cincin yang besok kau pakai tidak ada? Cincin itu aku yang pilih. Benar-benar aku buat beda dari yang lain. Ah, aku benar-benar frustasi! Tiba-tiba Ahra noona masuk ke kamarku dengan tampang yang menyeramkan.

“CHO KYUHYUN! Berani sekali kau menaruh cincinmu di dalam mobilku? Bagaimana kalau hilang?” dia menyodorkan kotak berwarna biru. Dengan segera aku menghampirinya lalu memeriksa isinya. Ternyata benar! Aku segera memeluk Ahra noona.

“Jeongmal gomawo noona! Kau menyelamatkanku! Kau tahu aku hampir gila kerena mencari cincin itu!”

Ahra noona hanya mendengus kecil lalu meninggalkan kamarku.

__

“Cho Kyuhyun, apa kau bersedia menerima Choi Hara sebagai istrimu, dalam suka maupun duka, dalam senang maupun susah, dan hanya kematian yang memisahkan kalian?”

“Ya. Aku bersedia.” Jawabku dengan tegas.

“Choi Hara, apa kau bersedia menerima Cho Kyuhyun sebagai istrimu, dalam suka maupun duka, dalam senang maupun susah, dan hanya kematian yang memisahkan kalian?” lama dia tidak menjawab. Aku menjadi sedikit takut. Bagaimana kalau dia memutuskan untuk membatalkan pernikahan ini? Padahal aku sudah mulai menyukainya. Aku mengalihkan pandanganku ke arahnya. Dan ternyata dia juga sedang menatapku. Isyarat matanya menunjukkan sedikit keraguan. Aku menatap matanya hingga ke maniknya. Berusaha meyakinkan dia untuk terakhir kalinya. Kalau memang dia menolak, berarti ini memang nasibku. Dia lalu menghadap kearah pendeta.

“Ya, Aku bersedia.” Aku benar-benar terkejut atas jawabannya. Antara rasa tidak percaya dan senang. Aku tersenyum singkat menatapnya.

“Kalian berdua resmi menjadi sepasang suami-istri. Silahkan memakaikan cincin masing-masing.” Aku mengambil cincin yang ada di dalam kotak. Menyematkan cincin itu di jarinya. Ia juga melakukan hal yang sama denganku.

“Silahkan mempelai pria dipersilahkan mencium mempelai wanita.” Pendeta tadi memintaku untuk mencium Hara. Aku menatapnya, kembali tatapan keraguan terpancar dari matanya. Apa ini first kissnya? Tapi aku suaminya bukan?

Aku mendekatkan tubuhku ke arahnya. Dia mulai memejamkan matanya. Aku hanya tersenyum melihatnya. Aku tidak melakukan apapun! Sampai ia membuka matanya aku langsung mengecup dahinya. Terlihat jelas dia terkejut dengan perlakuanku. Aku belum juga melepaskan bibirku dari dahinya saat seseorang berseru “Lempar bunga!” Aku segera tersadar.

“Saatnya lempar bunga.” Ucapnya sambil tersenyum. Ia mengangguk dan mulai bersiap melemparkan bunga.

“Na.. Dul.. Set!” Hara melemparkan bunga yang ternyata ditangkap oleh Taeyoo. Sahabatnya di kampus. Tiba-tiba seorang namja yang kalau aku tidak salah bernama Wooyoung mendekati Taeyoo dan memeluknya.

__

Aku menghampiri Hara yang sedang menatap tulisan

“Cho Kyuhyun & Choi Hara”

Huh, rasanya aku juga tidak percaya kalau aku sudah menjdi seorang suami saat ini. Bukan Cuma itu saja, aku juga berarti harus menanggung kehidupanku dan Hara nantinya. Yah meski belum sepenuhnya dari diriku menyukainya tapi aku rasa cinta bisa datang kapanpun kan?

Aku mengajaknya pulang dan selama perjalanan menuju apartemenku, kami hanya diam. Sebenarnya aku cukup nyaman dengan keadaan ini. Namun sepertinya tidak dengan Hara. Terbukti ia ketahuan beberapa kali menguap dan menunjukkan ekspressi bosan. Saat aku melewati arah apartemenku dia bertanya padaku.

“Apa kau tidak salah? Ini bukan arah menuju rumahmu atau rumahku.” Ucapnya sambil menatapku.

Aku hanya diam dan mengabaikannya. Aku memang sengaja tidak memberitahunya bahwa kami akan menempati sebuah apartemen yang baru ayah belikan seminggu yang lalu. Rencananya aku ingin memberinya sedikit kejutan. Setelah aku sampai dan memarkirkan mobil, baru aku jelaskan mengapa aku tidak pulang kerumah orang tuaku.

“Kita tidak pulang kerumah orang tuaku maupun orang tuamu. Kita pulang ke apartemenku yang juga milikmu nantinya.”

Aku berjalan mendahuluinya. Huh, jujur saja aku gugup hanya berdua saja dengannya. Aku sedikit melirik ke sampingku namun aku tidak menemukan Hara. Aku lantas berbalik dan memerintahnya dengan nada yang sedikit naik.

“Percepat sedikit jalanmu!”

“Ya! Apa kau tidak bisa memelankan sedikit nada bicaramu! Aku tidak suka di bentak!” ucapnya sambil memandangku sengit. Huh, merajuk rupanya!

“Siapa yang membentakmu? Akukan hanya menyuruhmu untuk mempercepat langkahmu!”

“Tapi nadamu itu seolah membentakku! Aku paling tidak suka di bentak! Apa lagi dengan orang lain!” tambahnya.

Aku sedikit terkejut mendengar kalimatnya. Hei! Dia bilang aku orang lain? Aku ini suaminya! Entah mengapa ada perasaan marah yang mampir ke hatiku. Jujur aku tersinggung dengan kata-katanya. Tak kupedulikan dia, aku lalu masuk ke lift dan menuju ke apartemenku.

Entah sudah keberapa kalinya dia bertanya padaku apa aku marah? Kalau di tanya jelas saja iya! Bagaimana tidak, aku tidak dianggap oleh Choi Hara sebagai suaminya. Saat aku selesai membersihkan badanku, aku melihat Hara masuk. Aku benar-benar terkejut. Begitu juga dengannya. Aku menyuruhnya untuk berbalik dan segera memakai pakaianku.

Dia lalu meminta maaf padaku atas kejadian tadi di tempat parkir. Aku sebenarnya sadar bahwa itu bukan sepenuhnya salah Hara. Hanya saja, aku sedikit emosi tadi.

Entah setan apa yang merasukiku, tiba-tiba saja aku sudah memeluknya. Membenamkan wajahku di bahunya. Sempat ada aksi penolakan darinya, namun aku tetap memintanya untuk membiarkanku memeluknya.

Hei, apa kalian tahu reaksinya saat aku mengajaknya ke ranjang? Dia pikir aku akan macam-macam dngannya! Padahal aku hanya memintanya menemaniku tidur saja. Maklum, aku ini punya penyakit tidur. Kalau tidur haris ada yang menemani. Biasanya saat di rumah, aku meemluk boneka teddy bearku. Namun saat akan membawa boneka itu kemari aku malah dapat pukulan keras dari Ahra noona.

FLASH BACK

“Ya! Kau ini apa-apaan? Kau kan sudah besar! Masa kau tidur terus memeluk boneka ini?”

“Tapi aku tidak bisa tidur kalau tidak emmeluk boneka itu noona! Kau kan tahu penyakitku!”

“Nantinya Hara yang akan kau peluk bodoh!”

FLASH BACK END

Aku merasakan ada sebuah jari yang menelusuri wajahku. Sepertinya Hara tidak sadar kalau aku masih terjaga. Mungkin pikirnya aku sudah tidur. Ku beranikan diri untuk mengintipnya. Omoo.. Dia manis sekali! Aku benar-benar tidak tahan!

“Apa aku setampan itu?” Aku bertanya sambil membuka kedua mataku. Terlihat jelas dia sangat terkejut.

“Percayalah padaku, aku akan membuatmu bahagia!” ucapku lagi.

“Apa bisa aku mempercayaimu?” tanyanya seolah memastikan.

“Kau sudah melakukannya.” Jawabku.

“Apa yang kau maksud?”

“Dengan bersedia mengatakan bahwa kau bersedia menikah denganku di depan altar, tandanya kau sedah mempercayakan paling tidak sedikit padaku. Aku yakin itu. Aku minta maaf kalau tadi aku membentakmu. Itu karena aku gugup.”

“Mwoya?”

“Sudahlah! Ku jelaskan juga kau takkan mengerti.”

Dia menatapku tajam. Lalu perlahan tatapannya melembut. Seulas senyum terbentuk di bibirnya. Tiba-tiba saja dia mengecup dahi ku singkat! Omooo… Agresif juga dia! Choi Hara.. Aku berjanji akan membahagiakanmu.

“Aku ingin berterima kasih padamu!”

“Untuk?”

“Semuanya!”

“Kau aneh Cho Kyuhyun!”

“Hei Hara! Eommaku bilang dia ingin cepat dapat cucu dariku!”

“Yak Cho Kyuhyuuuuun!”

END

Annyeong Readersku tersayang ^^

Gimana squel sidenya Kyuhyun? Jelek? Aneh? Iyaaaaa… XD

Abis aku bikin tengah malem si J

Hhe..

Tolong yah di komen ^^ sejelek apapun aku hargai kok J

Mau kritik, saran, pujian, hinaan, aku terima deh asal ikhlas ngomennya XD #plaaak..

Entah apa yang merasuki saya, tapi saya kok pengen buat lanjutannya. Tapi saya juga bingung. Bntar lagi ujian, jadi rada2 galau nih u,u

Kira-kira pada penasaran sama siapa Donghae n’ cewe yang ada di pigura gak si? Kalo iya komen yah XD

Kasih saran yah.. Di lanjut apa enggak. Kalu komen + sarannya banyak aku lanjut deh. Kalau gak ya terpaksa berhenti disini ^^

Jangan lupa follow @Myshfly3424 yah ^^

Iklan

12 thoughts on “Marry You Kyuhyun’s side

  1. Jd ini yg dr kyu, haha.. bagus kyu!! tolak aja tuh si yoona!! hha *senyum evil..

    Oiyaa… sequel gmn mrka bsa saling suka donk… dst dst.. pasti seru deh!! okok?? *sorry kalo byk maunya… haha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s