My Last and Only love Part. 2

Author  : Milla Anggraini

Genre : Romance

Cast : Kim Jong Woon a.k.a Yesung, Park Min Ra

Support Cast : Member Super Junior

Rating : AG (All Age)

Disclaimer : All cast in this FF is mine J No Plagyat! It’s come from my mind! ^^ Thanks for read.

Leeteuk POV

Hari ini hari pemakaman Minra. Suasana pagi ini benar-benar kelabu. Perlahan rintik-rintik hujan turun mengiringi kepergian Minra. Park Min Ra, selamat jalan adikku. Semoga kau bahagia dan tenang di alam sana.

Saat aku hendak meninggalkan area pemakaman, angin berhembus sedikit kencang. Aku lalu berbalik menghadap nisan Minra. Seperti melihat Minra, aku lalu tersenyum dan membungkuk. Setelah itu aku keluar dari pemakaman, dan tiba-tiba hujan berhenti.

Apa ini pertanda ia pergi dengan tenang?

1 Minggu kemudian

‘’Hyung. Para wartawan meminta klarifikasi mengenai keadaan Yesung hyung. Bagaimana ini?’’ tanya Donghae padaku. Jujur saja, kami semua masih dalam suasana duka setelah kepergian Minra. Ditambah lagi dengan belum sadarnya Yesung.

‘’Biarkan saja. Bilang pada mereka, jika keadaan Yesung sudah stabil baru kita adakan konferensi pers.’’ Jawabku.

‘’Baiklah hyung!’’

Soljikhage pyohyeonhae bwa soshimhan neoreul jogeum beorigo
Han georeum deo gakkai
Niga naye majimak sarangi doegil naneun mideulge
Forever With You

Tiba-tiba ponselnya berbunyi.

‘’Yeobseyo?’’

Leeteuk POV END

==

@Seoul Hospital

Author POV

‘’Jongwoon? Kau sudah sadar nak?’’

‘’Minra . . .’’

‘’Jongjin! Cepat panggil dokter!’’ ujar umma Yesung. Dengan segera ia memencet ponselnya.

‘’Yeob seyo! Jungsoo? Ini aku umma nya  Yesung!’’

‘’…’’

‘’Ya. Cepatlah kemari!’’

‘’…’’

Tak lama kemudian . . .

‘’Ahjumma!’’

‘’Teukie!’’

‘’Bagaiman keadaannya?’’

‘’Sedang diperiksa oleh dokter.’’

==

Leeteuk POV

Yoona datang tak lama setelah aku meneleponnya untuk mengabari Yesung telah siuman. Aku dan Yoona lalu masuk ke ruangan Yesung.

‘’Hyung, mana Minra?’’ tanyanya padaku saat aku mendekatinya. Jujur saja aku bingung menjawab pertanyaannya. Aku menoleh ke arah Yoona. Ia hanya diam lalu menggeleng. Aku paham maksudnya.

‘’Akan ku antarkan kau padanya saat kau sudah pulih.’’ Hanya itu yang mampu aku katakan.

‘’Baiklah. Bagaimana keadaannya hyung?’’

‘’Dia. . . Dia baik-baik saja.’’ Bohong! Tapi apa yang harus aku katakan? Jujur? Sama saja dengan memperparah keadaan. Tuhan, semoga aku tidak berdosa dalam hal ini. Aku tak mau melihat Yesung tertekan.

==

Yesung POV

Sudah satu minggu ini aku menjalani terapi, tapi mengapa Minra tidak datang menjengukku? Bukankah hyung bilang padaku bahwa Minra baik-baik saja? Justru akhir-akhir ini hyung yang menemaniku. Kemana Minra?  Aku sangat merindukannya. Andai saja waktu itu aku lebih berhati-hati pasti kecelakaan seperti ini takkan terjadi.

‘’Yesung, hari ini kau sudah diperbolehkan pulang. Kau mau pulang sekarang atau nanti sore?’’ tanya Heechul hyung padaku.

‘’Sekarang saja hyung, aku sudah tidak sabar untuk bertemu Minra. Sudah dua minggu lamanya aku di sini dan tak melihatnya. Kangen sekali rasanya. ’’ Jawabku sambil tersenyum.

‘’Baklah. Tapi nanti Leeteuk hyung yang akan mengantarmu menemui Minra. Aku hanya menjemputmu saja.’’

‘’Kenapa tidak kau saja yang mengantarku?’’ tanyaku padanya. Lama sekali aku menunggu jawaban darinya. ‘’Hyung? Kau melamun?’’ tanyaku kemudian.

‘’Tidak. Baiklah, apa kau sudah siap?’’

‘’Ne hyung. Kajja!’’

Yesung POV END

==

Leeteuk POV

Aku melihat Yesung menatap nisan yang ada di hadapan kami.

RIP

Park Min Ra

22 Februari 1988 – 24 Maret 2014

Aku melihat dia terjatuh di depan makam itu. Mulai mengeluarkan air mata dan menangis. Aku tidak menahannya untuk menangis karena ia memang pantas menangis. Perlahan aku meninggalkannya sendiri, memberi waktu untuknya agar bisa bersama Minra.

Yesung POV

Aku hanya bisa diam. Memandang nisan yang ada di hadapanku. Tak percaya bahwa tuhan telah mengambil semua yang aku miliki.

‘’Kau tahu, mengapa aku suka sekali dengan hujan?’’ aku hanya menggeleng.

‘’Karena hujan bisa menyembunyikan apa yang sedang aku rasakan. Terutama saat aku menangis.’’ Ucapnya sambil tersenyum.

Kau menyukai hujan Minra? Bahkan saat hujan merenggut nyawamu? Masihkah kau menyukainya? Ah, senyum itu. Senyum yang manis menurutku, yang mampu memberiku keteduhan saat melihatnya. Kenyamanan saat aku menatapnya. Kali ini, aku kehilangan senyum itu. Tak ada lagi lesung pipit yang nampak saat ia tersenyum. Kau tahu Minra, senyummu adalah hidupku. Lalu, jadi apa aku nanti tanpamu?

Minra-ah, apa kau bahagia di sana? Apa kau merindukanku Minra?

“Minra! Mengapa kau meninggalkanku secepat ini chagi? Mengapa kau tega padaku? Bukankah kau berjanji akan menikah denganku dan menjadi ibu dari anak-anakku kelak? Sekarang aku harus bagaimana chagi! Katakan padaku! Bisakah aku menjalani hidup tanpa kehadiranmu? Tanpamu di sisiku?”

“Aku memang bodoh! Andai saja waktu itu aku lebih berhati-hati, pasti semua ini takkan terjadi! Kau takkan meninggalkanku! Mianhe chagiya! Jeongmal mianhe.” Aku menatap nisan itu. Nisan di mana di bawahnya terdapat tubuh wanita yang sangat aku cintai. Wanita kedua dalam hatiku setelah ummaku. Wanita yang selama 2 tahun ini telah menemaniku dan bersabar menghadapiku.

End of All Flashback

** Back to 2 months later.

Author POV

‘’Hyung! Masakannya sudah matang! Apa kau mau makan sekarang?’’ tanya Wookie sambil menuju ke kamarnya.

‘’Hyung!!!’’ ia berteriak saat melihat tubuh Yesung terbaring di lantai.

‘’Sungmin hyung! Shindong hyung!’’

‘’Waeyo Wookie-‘’

‘’Yesung hyung!’’ mereka segera mendekati tubuh Yesung dan menggendongnya ke atas tempat tidur. ‘’Wookie, cepat kau hubungi dokter.’’

‘’Ne hyung!’’

Beberapa saat kemudian . . .

‘’Keadaannya sudah stabil, hanya saja sepertinya akhir-akhir ini ia banyak sekali pikiran. Apa ada sesuatu yang ia pikirkan?’’ tanya dokter pada mereka bertiga.

‘’Ne dok. Kekasihnya baru saja meninggal 2 bulan yang lalu. Park Min Ra yang waktu itu di rawat bersamanya.’’ Jawab Sungmin.

‘’I see. Dia harus banyak istirahat. Kurangi kesibukannya dan mungkin kalian bisa mengajaknya berlibur ke suatu tempat untuk refreshing dalam jangka waktu yang lama. Ia harus di jauhkan adri hal-hal yang bisa membuatnya stres, karena akan berdampak pada lukanya.’’ Terang dokter.

‘’Baik dok. Kami mengerti. Terima kasih atas kesediaannya.’’

‘’Sama-sama. Mari, saya pulang dulu.’’

‘’Ne dok. Gamsa hamnida.’’ Ucap mereka bertiga.

‘’Wookie, cepat kau hubungi yang lain dan suruh mereka pulang. Mereka harus tau tentang ini.’’ Ucap Shindong pada Wookie.

@Xiaoshan Airport – China

‘’Kemana Henry? Bukankah ia yang akan menjemputku?’’ rutuk Yesung saat ia tiba di bandara China.

‘’Hyung!’’ Yesung menoleh kearah sumber suara. Ia melihat dua orang pria memakai hoodie. Yang satu berwarna hitam, yang satu lagi berwarna merah tua. Tak salah lagi, mereka Henry dan Zhoumi.

‘’Mianhe hyung, jalanan macet sekali tadi.’’

‘’Ah Ne, gwenchana.’’

“Hyung, bersenang-senanglah. Kami akan menemanimu selama kau disini” ujar Henry.

“Yah, bukankah mereka mengirimku kemari memang untuk itu. Dan kalian berdua harus menjadi guides ku!”

**

“Apa yang harus aku lakukan hari ini? Kemarin aku sudah berkeliling bersama Henry dan Zhoumi. Mereka pasti lelah. Baiklah, aku akan pergi sendiri hari ini.”

Yesung melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. Sepuluh menit kemudian ia sudah siap dengan hoodie, topi dan ranselnya. Yesung melangkahkan kakinya keluar dari rumah Zhoumi. Ia menuju sebuah sungai besar di dekat rumah Zhoumi. Suasana sungai itu hampir sama seperti suasana Sungai Han. Ia melihat sepasang remaja yang sedang menatap pemandangan sungai itu sambil bercanda. Ingatan Yesung lalu melayang ke dua tahun yang lalu. Saat itu tepat satu tahun ia bertemu Minra.

FLASH BACK

“Ya! Oppa eodiga?” tanya Minra saat Yesung menatapnya yang sedang memandang Sungai Han.

“Ani. Hanya terpana pada pemandangan yang ada di hadapanku.” Jawab Yesung sambil mengalihkan pandangannya dari Minra ke arah sungai Han.

“Hemmm? Sungai Han oppa? Bukankah kau sudah sering melihat pemandangan Sungai Han?” Minra kembali bertanya dengan tampang polos. Yesung hanya tersenyum lalu mengacak rambut Minra.

“Pemandangan itu kau, Minra ssi!” ucap Yesung dalam hati.

“Ya Oppa! Kau merusak rambutku!” gerutu Minra sambil menggembungkan pipinya.

“Sejak kapan kau belajar menggembungkan pipimu? Kau bertingkah seperti orang Korea saja!”

“Aku memang berdarah Korea kok!” protes Minra.

“Ara, ara tuan putri!” Yesung mengalah lalu menggandeng tangan Minra menuju ke sebuah toko kecil. Di dalam toko itu terdapat pernak-pernik lucu yang terbuat dari bahan-bahan tradisional. Yesung lalu menghampiri pemilik toko tersebut.

“Ahjussi, apa pesananku sudah jadi?” tanyanya.

“Ne. Apa mau kau ambil sekarang?”

“Iya.” Pemilik toko tersebut masuk kedalam . Tak lama kemudian ia keluar lagi dengan membawa sebuah kotak di tangannya.

“Ini. Sesuai dengan yang kau minta nak.” Ucap ahjussi tersebut.

“Ne. Gamsha hamnida ahjussi!” pamit Yesung setelah membayar.

Ia lalu mengajak Minra ke sebuah bangku yang tak jauh dari parkiran mobil.

“Minra ssi, bukalah.” Ucapnya sambil mengangsurkan kotak itu.

“Apa ini oppa?”

“Buka saja!” perintah Yesung.

Minra segera membika kotak itu. Dan seketika matanya berbinar senang.

“Oppa?” Minra melihat sebuah kerang indah yang berukirkan Y&Y dan terdapat tulisan “Yesung&Minra” dibawah tulisan itu. Tapi dasar Minra, ia terlalu lambat untuk mengetahui maksud dari ukiran itu.

“Ne. Aku tahu kau menginginkannya. Tapi aku mengukir nama kita di dalamnya.” Ucap Yesung.

“Jeongmal? Gomawo-yo oppa!” tanpa sadar Minra memeluk Yesung. Yesung hanya kaget menerima perlakuan Minra. Minra yang sadar langsung melepas pelukannya. Wajahnya berunah menjadi merah.

“Mianhe oppa. Aku terlalu senang!” ucapnya sambil meminta maaf. Jujur saja hati Yesung berdebar sangat kencang. Dan wajahnyapun kini memerah.

“Gwenchana Minra.” Balasnya.

FLASH BACK END

“Chagi, apa kabarmu di sana? Lihatlah aku chagi. Lihatlah aku yang lemah tanpamu di sisiku! Lihatlah betapa hancurnya aku karena kepergianmu!” Yesung berbisik sambil memandang ke arah sungai. Tanpa ia sadari, ia jatuh terduduk sambil menangis pelan. Ia merasa sangat rapuh sekali saat ini. Rapuh tanpa kehadiran Minra di sampingnya. Tiba-tiba ada seseorang yang menepuk bahunya.

“Hyung! Mianhe, ayo kita pulang!” ajak Henry.

Henry POV

Sudah dua jam lamanya Yesung hyung pergi dari rumah. Tapi mengapa ia tak menghubungi aku, maupun Zhoumi hyung?

“Hyung!” panggilku ke Zhoumi hyung.

“Ya? Ada apa Henry?”

“Yesung hyung belum pulang juga dari tadi. Sudah dua jam sejak ia pergi hyung! Aku menghubungi ponselnya tapi ternyata ia tak membawa ponselnya.”

“Kita cari saja. Aku yakin ia berada tak jauh dari sini!” usul Zhoumi hyung. Akhirnya kami berpencar untuk mencari Yesung hyung. Sudah setengah jam aku mencari. Tiba-tiba aku melihat sosok yang aku kenal sedang menatap sungai sambil bergumam. Aku memperhatikan sosok itu, hingga akhirnya ia terduduk sambil menangis.

Hyung, sebesar itukah cintamu pada Minra noona? Sebegitu sakitkah hyung? Hyung! Kau bisa membagi rasa sakitmu kepada kami. Kepada kami adik-adikmu hyung! Jangan kau tahan sendiri! Aku benar-benar tidak sanggup melihatmu seperti ini.

Perlahan air mataku jatuh membentuk sungai kecil mengalir di pipiku. Segera ku hapus, lalu aku mendekati sosok itu. Ku tepuk pelan bahunya. Ia mendongak.

“Hyung! Mianhe, ayo kita pulang!” ajakku. Ia hanya terdiam tak meresponku. Aku benar-benar bingung. Aku mengambil ponselku dan menghubungi Zhoumi hyung.

“Hyung, Yesung hyung bersamaku sekarang. Kami di jembatan (author gak tau jembatan apa). Bisa jemput kami? He’s not in good condition.” Ucapku.

Henry POV END

ZHOUMI POV

Ponselku berdering saat aku mencari yesung hyung.

“Hyung, Yesung hyung bersamaku sekarang. Kami di jembatan. Bisa jemput kami? He’s not in good condition.” Ucap suara di seberang sana.

“Baiklah. Aku segera kesana.” Aku memacu mobilku ketempat Henry dan Yesung hyung. Saat tiba, aku melihat Henry yang sedang duduk di sebelah Yesung hyung.

“Kajja, mari kita pulang!” aku membantu Henry memapah Yesung hyung.

==

Sudah hampir dua minggu Yesung hyung di sini, tapi sepertinya tak ada yang berubah sedikitpun. Setiap pagi sehabis mandi yang ia lakukan hanya berdiri memandang ke arah laut sampai sore menjelang. Itu ia lakukan hampir setiap hari. Ia benar-benar terlihat seperti mayat hidup. Persis seperti yang Wookie katakan. Aku dan Henry benar-benar tidak tahan melihatnya terus begini.  Akhirnya kami berencana membawanya kembali ke Seoul. Hari ini kami berangkat. Semoga saja member lain dapat membantu.

Zhoumi POV End

@SEOUL

Leeteuk POV

Sudah hampir dua minggu Yesung menetap di China. Namun kabar yang kudapat dari Zhoumi tak seperti yang aku dan member lain bayangkan. Keadaan Yesung, adikku itu masih sama. Bahkan tak ada perubahan sedikitpun. Besok rencananya Zhoumi dan Henry akan membawanya kembali ke Korea. Yesung, apa yang harus kami lakukan untuk mengembalikanmu seperti dulu?

Aku mengambil ponselku dan mencari sebuah nama. Lalu kutekan tombol hijau di ponselku.

“Yeobseyo..”

“…”

“Ne. Ini aku Teukie. Kau bisa membawanya pulang besok. Hati-hati, dan jangan sampai terlihat wartawan. Aku tak mau masalah ini diketahui publik.”

“…”

“Ne. Gwenchana.”

“…”

“Zhoumi .. . terima kasih.”

Keesokan harinya. . .

Sudah hampir 4 jam sejak kedatangan Yesung, Henry dan Zhoumi. Saat melihatnya datang, wajahnya sangat berantakan. Kalau di lihat, ia seperti manusia yang hidup namun tak memiliki nyawa. Aku benar-benar tak tahu apa yang harus aku lakukan sekarang. Apakah aku memang leader yang gagal karena tidak mampu menjaga adik-adikku? Dulu Hangeng, Kibum, dan Kangin. Sekarang, Yesung?

“Arrgh….!” erangku sambil memukul meja lalu meremas rambutku. Sontak semua member menoleh kearahku.

“Mianhe, mianhe karena aku tak bisa menjadi leader yang baik bagi kalian. Karena aku tidak bisa menjaga adik-adikku!” ucapku sambil meninggalkan mereka dan masuk ke dalam kamar. Air mata ini, mulai membentuk sungai kecil yang semakin deras. Aku tak ingin mereka melihatku menangis seperti ini. Shiero!

Leeteuk POV END

Ryeowook POV

“Arrgh….!” erang Teuki hyung sambil memukul meja. Sontak semua member menoleh kearahnya.

“Mianhe, mianhe karena aku tak bisa menjadi leader yang baik bagi kalian. Karena aku tidak bisa menjaga adik-adikku!” ucapnya sambil meninggalkan mereka dan masuk ke dalam kamar. Aku tahu, ia pasti menangis sekarang.

Tiba-tiba Kyuhyun, si evil itu berdiri dan berjalan memasuki kamarku. Mau apa dia? Semua member lalu mengikuti Kyu. Kami melihat Yesung hyung yang sedang meringkuk di tempat tidurnya. Di tangannya terdapat foto Minra yang sedang tersenyum.

“Hyung! Sampai kapan kau akan terus seperti ini? Sampai kapan kau akan terus menyiksa kami hyung? Sampai kapan?” tiba-tiba Kyu berteriak ke arah Yesung hyung.

“Kyu!” ucapku.

“Hyung! Ireona! Ireona hyung! Minra sudah pergi hyung! Dia sudah mati!” sambungnya sambil terus berteriak. “Kau lihat hyung? Kau membuat kami semua menderita! Membuat Teuki hyung semakin merasa bersalah dan merasa bahwa ia seorang leader yang tidak bisa menjaga kita hyung!” lanjutnya.

Kami semua hanya diam mendengar perkataan Kyu. Jujur saja kami shock! Begitu juga dengan Yesung hyung, ia mengangkat kepalanya.

“Mianhe..” hanya itu yang terucap dari bibir Yesung hyung sambil memaksakan seulas senyum lalu menangis.

Kami semua terdiam. “Hyung, bangunlah. Kembalilah menjadi yesung yang dulu! Jangan seperti ini terus! Kasihanilah ELF yang terus mendukung kita. Mereka selalu menanyakan di mana kau berada. Tak mungkin kami terus menerus menyembunyikanmu seperti ini! Mereka selalu mensuportmu! Mereka menyayangimu hyung!” kini ucapan Kyu melunak. Kami semua lalu membiarkan Yesung hyung menyendiri. Memang semua yang dikatakan Kyu ada benarnya. Sampai kapan kami seperti ini? Tumben sekali si evil ini waras. Tapi hyung?

Ryeowook POV END

Yesung POV

“Hyung! Sampai kapan kau akan terus seperti ini? Sampai kapan kau akan terus menyiksa kami hyung? Sampai kapan?” kudengar suara Kyu yang berteriak kearahku.

“Kyu!” kali ini Ryeowook yang berbicara. Sepertinya ia berusaha menahan Kyu.

“Hyung! Ireona! Ireona hyung! Minra sudah pergi hyung! Dia sudah mati!” sambung Kyu sambil terus berteriak. “Kau lihat hyung? Kau membuat kami semua menderita! Membuat Teuki hyung semakin merasa bersalah dan merasa bahwa ia seorang leader yang tidak bisa menjaga kita hyung!” lanjutnya. Teuki hyung? Bayangan leader itu terlintas di benakku. Maafkan aku hyung. Maafkan aku.

Lama, tak ada suara.

“Mianhe..” hanya itu yang mampu ku ucapkan lalu ku paksakan sedikit senyum. Aku, belum mampu melepas Minra. Lalu tiba-tiba air mataku tak mampu kutahan lagi. Aku tersiksa! Minra! Lihatlah aku Minra!

“Hyung, bangunlah. Kembalilah menjadilah Yesung yang dulu! Jangan seperti ini terus! Kasihanilah ELF yang terus mendukung kita. Mereka selalu menanyakan di mana kau berada. Mereka selalu mensuportmu! Mereka menyayangimu hyung!” kini ucapan Kyu melunak. ELF? Mendengar kata itu hatiku semakin mencelos. Bodohnya aku! Aku masih punya keluarga yang menghawatirkan aku! Keluarga besarku! Super Junior dan ELF! Kemudian mereka semua meninggalkanku sendiri di kamar. Aku menatap foto Minra yang tersenyum kearahku.

Lalu samar-samar ku dengar sebuah suara yang sangat aku rindukan.

“Kembalilah oppa! Relakan aku. Kembalilah menjadi oppa yang dulu. Aku tidak memintamu untuk melupakanku. Hanya saja, kembalilah pada kehidupanmu sebelumnya! Aku bahagia jika kau bahagia”

“hengboghagilbare naboda johunyeoja mannagiruloppa!” I wish you happiness. And that you will meet a better girl than me.

Minra!!!!! “Minraaaaa!!!!” teriakku.

*4 Bulan kemudian. . .

Aku sudah memulai aktivitasku bersama Super Junior. Meskipun aku belum sepenuhnya bisa melupakan Minra, tapi setidaknya aku tak seterpuruk dulu. Mengingat adanya teman-temanku, keluargaku dan ELF aku berusaha kembali menjadi Yesung yang dulu. Yesung yang dulu mereka kenal.

Saat ini, kami sedang bersiap latihan untuk 5jib kami. Tiba-tiba saja pintu ruang latihan terbuka dan nampaklah Seunghwan hyung.

“Ya! Kalian, aku akan memperkenalkan seseorang kepada kalain. Dia akan membatuku mengurus kalian!” ucapnya. Aku tidak terlalu memperhatikan Seunghwan hyung. Aku melangkah ke ujung ruangan, lalu berbaring.

“Namanya Jung Yora. Dia yang akan membantuku!” ucap Seunghwan hyung. Aku melihat gadis itu memasuki ruangan, namun sayang pandanganku terhalang member yang lain.

Hening . . .

Tak ada satu suarapun.

“Park Minra…!!!!!” tiba-tiba mereka serempak meneriakkan nama Minra. Sial!

“Kau? Park Minra?” kudengar Wookie berbicara. Siapa? Minra? Aniyo! Ini pasti salah. Lalu tiba-tiba para member menyingkir dan menoleh ke arahku. Aku hanya menatap mereka dengan tatapan ‘Ada yang salah’?

Dan untuk sekian kalinya tubuhku kaku! Park Min Ra? Dia kembali? Aku bangun dan mendekati gadis yang berdiri di ambang pintu. Member yang lain termasuk Seunghwan hyung dan gadis itu hanya menatapku dalam. Aku lantas tersenyum pada gadis yang ada di hadapanku.

END

Gimana Readers FFnya? ^^

Mian yah kalo jelek. Oh iya. jangan lupa commentnya yah :)

follow me @Myshfly3424 ^^

Iklan

5 thoughts on “My Last and Only love Part. 2

    • Annyeong Hana ^^
      hhe, squel ya? Ntar aku usahain ya. Tapi engga dalam waktu dekat ini 🙂
      Soalnya aku udh kls 3 SMA dan bntr lagi US ^^
      hhe,,

      Gomawo ya udah mau baca+comment di sini (*terharu)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s