Wedding Dress

Title : Wedding Dress

Author            : Milla Anggraini/ @Myshfly3424

Main Cast : Cho Kyuhyun, Lee Donghae, Han Hyerin

Rating : All Ages

Genre : Romance, Angst

Warning! : Typo bertebaran di mana2. Jadi harap maklum yah XD

Ps : Ini BELUM pernah aku PUBLISH di manapun. Termasuk di blog aku sendiri!!! Buat kelanjutan ceritannya, aku mohon komentar dari reders sekalian ya.  Jadi aku bisa tahu di mana letak kurangku dan gak akan di ulang d ff selanjutnya

Disclaim : This FF is MINE! Don’t be PLAGIAT. Karena PLAGIAT itu DOSA!!!

 

FF ini aku bikin gegara terinspirasi sama Wedding dressnya Taeyang ^^ Oh iya biar bacanya lebih menghayati, aku saranin benerapa song buat latarnya yah ^^

–          Wedding Dress – Taeyang

–          Way of Breaking Up – Kyuhyun O.S.T Poseidon

–          Memories – SuJu 5th. Album

 

Donghae menatap wanita yang ada di hadapannya. Wanita yang selama ini ia cintai tapi takkan pernah ia dapatkan. Donghae lalu berjalan mendekati wanita itu dan menepuk bahunya pelan.

“Hae-ya! Mana yang lebih bagus?” wanita itu memperlihatkan dua buah model pakaian pengantin yang indah.

“Mengapa kau bertanya padaku?”

“Hae-ya, kau ini kan sahabatku. Apa kau tidak mau memilihkan pakaian untuk pernikahanku?” Donghae lalu menunjuk sebuah dress yang cukup elegan.

“Donghae-ah! Pilihanmu tepat sekali! Kyuhyun juga memilih yang itu.” ucap wanita itu pada Donghae yang raut wajahnya mulai berubah. Senyum simpulnya ia keluarkan. Lalu ia memandang ke arah lain. Memandang ke arah seorang laki-laki yang sedang mencoba tuxedo hitamnya. Donghae lalu mendekati laki-laki itu.

“Aku ambil yang desainnya seperti ini saja!” samar-samar Donghae mendengar wanita tadi memesan wedding dressnya.

“Bagaimana hyung? Apa aku terlihat tampan?” tanya Kyuhyun sambil memandang pantulan dirinya di cermin.

“Kau tampak lebih baik.” Hanya itu jawaban yang keluar dari mulut Donghae. Kyuhyun memang pria yang tampan! Pantas Hyerin menyukainya.

“Kyu! Aku pilih gaun yang tadi kau pilihkan! Ternyata seleramu dan Donghae sama!” wanita itu bergelayut manja di lengan Kyuhyun.

“Tentu! Kami memang mempunyai selera yang hampir sama.” Jawab Kyuhyun.

Donghae hanya tersenyum mendengarnya. Ia akui ia dan Kyuhyun memang memiliki selera yang bisa di katakan hampir sama. Bukan hanya makanan, pakaian, warna, bahkan wanita. Termasuk wanita yang ada di hadapannya saat ini. Han Hyerin, sahabatnya sejak kecil. Sebenarnya belum lama Donghae menyadari perasaannya pada Hyerin.

Ia dan Hyerin bagaikan magnet yang bersebrangan arah yang tidak bisa dipisahkan. Dimana ada Donghae, pasti ada Hyerin. Begitu pula sebaliknya. Sampai akhirnya saat SMA Hyerin mulai mengenal Kyuhyun yang notabenenya adalah adik kelasnya sendiri. Semakin hari mereka berdua semakin akrab. Dan mulai saat itu formasinya mulai berubah. Dimana ada Hyerin, pasti ada Kyuhyun dan Donghae. Dimana ada Kyuhyun, pasti ada Hyerin dan Donghae.

Perlahan namun pasti, hati Hyerin berhasil di taklukkan oleh pesona seorang Cho Kyuhyun. Dan tepat sebulan sebelum Kyuhyun menyatakan perasaannya pada Hyerin, Donghae mulai menyadari bahwa ia menyayangi Hyerin bukan hanya sebatas teman atau sahabat. Tapi sebagai seorang wanita. Bahkan setelah tujuh tahun berlalu, perasaan Donghae masih tetap sama.

Sebenarnya ia pernah mencoba melupakan Hyerin, namun apa daya? Sudah empat wanita ia jadikan kekasih namun tetap saja hasilnya sama! Ia masih mencintai Hyerin.

**

Hyerin merebahkan tubuhnya di atas sofa ruang tamu Donghae. Setelah seharian ini berkeliling mengurus keperluan untuk pernikahannya bulan depan ia merasa sangat lelah. Donghae datang dari arah dapur membawa dua gelas jus jeruk.

“Gomawo Hae-ah! Kau memang terbaik!” ujar Hyerin sambil meneguk jus jeruknya.

“Jangan sungkan! Kapan Kyuhyun pulang?” tanya Donghae sambil menghidupkan televisi. Diam, tidak ada jawaban.

“Mungkin tiga hari sebelum hari pernikahan kami.”

“Mwo? Apa dia gila? Memangnya apa yang ia kerjakan?” mendengar jawaban Hyerin, Donghae mengalihkan pandangannya dari televisi.

“Ia perlu mengurus cabang perusahaannya yang ada di Kanada. Dan ia bisa kembali ke Seoul tiga hari sebelum hari pernikahan kami.” Jelas Hyerin.

“Huh, sudah mau menikah tetap saja sibuk seperti biasa!” Donghae mulai kesal dengan Kyuhyun.

“Wajar saja Hae! Dia kan seorang bos!” Hyerin mengambil remot dari tangan Donghae dan mengganti chanel televisi.

“Donghae, kalau kau tidak keberatan seminggu sebelum pernikahanku, maukah kau menemaniku mengunjungi sekolah kita dulu? Rindu sekali rasanya, terlebih lagi aku akan segera menikah dan menetap di Kanada!”

“Hem.. Apa kau yakin akan menetap di Kanada?”

“Tentu saja! Kyuhyun akan di tugaskan di sana, otomatis aku juga akan pergi dengannya. Selain itu juga aku akan membuka cabang butikku di sana. Jadi aku tidak perlu meninggalkan pekerjaanku sebagai disainer.” Donghae hanya menganggukkan kepalanya mendengar penjelasan Hyerin.

“Aku heran padamu. Kau ini kan seorang desainer, tapi kenapa kau idak merancang sendiri saja gaun pernikahanmu?”

Hyerin tersenyum mendengar pertanyaan Donghae. “Kau dan Kyuhyun ternyata memang hampir sama! Pertanyaanmu persisi sekali dengan apa yang Kyuhyun tanyakan.”

“Lalu apa jawabannya?”

“Ehm.. Aku hanya ingin menggunakan rancangan orang lain di hari yang paling istimewa untukku. Aku ingin memakai sesuatu yang tidak aku buat sendiri. Seperti halnya pengantin lainnya. Mereka umumnya menyewa bahkan meminta orang lain yang membuatkan gaun pernikahannya. Aku ingin seperti itu. Normal!”

“Begitu . . . “

**

A week before wedding day

“Bagaimana? Apa kau sudah siap?” tanya Donghae.

“Ne! Mau kemana kita?”

“Ke TK saja dulu. Saat kita pertama kali bertemu!”

“Baiklah! Kajja!” Donghae melajukan mobilnya menuju TK saat ia dan Hyerin dulu pertama kali bertemu. Setibanya di sana, mereka mendapati bahwa TK itu telah tutup. Timbul sedikit rasa kecewa di hari Hyerin.

“Waktu terasa cepat berlalu ya!” ucap Hyerin sambil menjauhi TK tersebut.

“Ne, tidak terasa saja kita sudah duapuluh tahun lebih meninggalkan tempat ini. Ayo kita ke tempat yang lainnya!”

Donghae membukakan pintu untuk Hyerin. Mereka lalu menuju SMA tempat dulu mereka bersekolah. Sekaligus tempat mereka bertemu Kyuhyun.

“Kau tahu, aku harap selamanya tempat ini akan selalu ada!”

“Waeyo?”

“Ne, karena di tempat inilah persahabatan kita benar-benar terasa. Selain itu, di tempat ini pula aku dipertemukan dengan Kyuhyun. Hingga akhirnya aku dan Kyuhyun akan menikah. Menurutku tempat inilah tempat paling spesial!”

“Kau benar Hye-ah! Apalagi atap sekolah! Tempat favorit kita!” balas Donghae.

“Mau kesana?” tawar Hyerin.

“Boleh!”

**

Kanada

Kyuhyun terlihat sibuk mengemas pakaiannya. Pakaian yang dirasa penting ia masukkan ke dalam koper. Sebenarnya jadwalnya pulang ke Korea empat hari lagi. Tapi berhubung ia bisa menyelesaikan pekerjaannya dengna cepat, ia memajukan jadwal kepulangannya. Selain itu ia juga sudah rindu pada Hyerin karena selama ia di Kanada, ia tidak sempat menghubungi Hyerin. Satu harapan Kyuhyun adalah Hyerin tidak marah atas perbuatannya.

Selesai mengemas pakaiannya, ia lalu keluar dari kamarnya dan menekan beberapa nomor di ponselnya.

“Apa kau sudah siapakan semuanya?” ia mulai berbicara.

“Sudah. Semuanya sudah kami urus.”

“Baiklah. Terima kasih Park ahjussi!” ternyata yang ia telepon adalah Park Jungsoo. Asisten pribadinya yang sangat ia percaya.

Ia lalu berjalan ke luar rumah dan mensetop sebuah taksi yang melintas.

“Airport!” pintanya pada supir taksi.

Saat ia menikmati perjalanan menuju airport, tiba-tiba ponselnya berdering.

“Maaf, apa benar ini Tuan Cho?”

“Ya saya sendiri. Ada apa?”

“Maaf tuan Cho, sepertinya pesawat kami mengalami gngguan teknis. Dan saat ini sedang di perbaiki. Mungkin anda baru bisa kembali ke Korea besok pagi paling cepat!”

“Apa? Apa tidak bisa hari ini?”

“Sungguh kami mohon maaf Tuan, pesawatnya baru bisa terbang besok pagi pukul 10.” Dengan kesal Cho Kyuhyun menutup ponselnya. Ia lalu meminta supir taksi untuk berputar arah kembali ke rumahnya.

“Sial!” umpatnya.

**

“Akhirnya aku pulang juga!” Kyuhyun berseru saat ia menaiki pesawat yang akan terbang ke Seoul. Ia memasang seatbeltnya lalu memejamkan matanya.

**

“Bagaimana? Apa kau gugup?” tanya Yongwoon kakak Hyerin.

“Hei katakan padaku siapa yang tidak gugup menjelang ahri pernikahannya!”

“Kau tenanglah. Aku yakin semuanya akan lancar. Kau adikku satu-satunya, berbahagialah! Aku yakin Kyuhyun bisa membahagiakanmu! Katakan padaku kalau dia menyakitimu!” pesan Yongwon sambil mengelus pelan rambut Hyerin.

“Jeongmal gamsha hamnida oppa! Kau kakak paling baik yang ada di dunia! Aku juga yakin dia takkan pernah menyakitiku oppa.” Hyerin memeluk Yongwon sambil tersenyum.

“Aku bahagia atasmu. Dan aku juga tidak menyangka kau akan menikah dan mendahuluiku secepat ini!”

“Hahaha.. Oppa saja yang tidak laku!” canda Hyerin.

“Hei! Siapa bilang oppamu ini tidak laku huh? Apa si Kyuhyun jelek itu atau Donghae si ikan tengiri?”

“Ya! Jangan mengatai mereka seperti itu oppa! Kau ini jahat sekali!”

“Hei, memang kenyataannya seperti itu. Menurutku kau yang jahat! Kau memiliki dua pria yang menyayangimu! Di tambah aku dan appa jadi empat. Beruntung sekali kau!”

“Iya ya. Aku memang sangat beruntung! Bahkan banyak laki-laki yang menyayangiku!”

“Dasar genit!” Yongwon menjitak pelan kepala Hyerin.

**

Kyuhyun tiba di Incheon Airport. Ia benar-benar tidak sabar ingin bertemu Hyerin. Ia segera menghentikan taksi yang lewat dan menyebutkan alamat rumahnya.

Selama perjalanan menuju rumahnya, Kyuhyun sibuk menuliskan sesuatu di buku hariannya. Buku harian yang telah menemaninya selama tujuh tahun ini. Ia selalu mencurahkan perasaannya ke dalam buku itu.

Kyuhyun menghentikan kegiatannya saat supir taksi tiba-tiba mengerem secara mendadak. Buku harian yang ia pegang jatuh. Ia lekas mengambilnya dan bertanya pada supir taksi apa yang terjadi. Namun belum sempat si supir taksi menjawab dari arah kanan, Kyuhyun merasakan sinar yang begitu terang. Lalu semuanya terjadi begitu cepat!

**

Hyerin memainkan cincin pertunangannya. Saat ia hendak memakainya lagi tiba-tiba cincin itu jatuh. Ia berjongkok untuk mengambilnya, namun tiba-tiba jantungnya berdetak sangat cepat. Ia menyentuh dada kirinya, berusaha menormalkan dan menenangkan jangtungnya.

“Hyerin-ah! Cepat!” tiba-tiba ibunya masuk dan menarik Hyerin keluar dari kamar.

“Waeyo eomma?” tanyanya. Namun ibunya diam dan menarik Hyerin menuju mobil.

“Kiata mau kemana eomma?” tanya Hyerin saat melihat Ayah dan kakaknya sudah duduk di dalam mobil.

“Nanti kau akan tahu!”

Sepuluh menit kemudian, ia sampai di sebuah bangunan besar bertliskan “SEOUL HOSPITAL”. Mereka bergegas keluar.

“Ada apa eomma? Siapa yang sakit?” Hyerin mulai tidak tenang. Sekali lagi tidak ada yang menjawabnya. Mereka tiba di depan ruang UGD. Di sana sudah ada Donghae yang berdiri di depan pintu sambil memandang ke dalam.

“Hae? Kau kenapa? Apa kau baik-baik saja?” Hyerin langsung menghampiri Donghae yang bajunya penuh darah.

Donghae diam tidak menjawab. Air mata menetes mengaliri kedua pipinya. Hal itu membuat Hyerin semakin takut.

“Hae-ya! Gwenchanayo?” Donghae mengangguk.

“Kenapa kau menangis kalau begitu?”

“Aku memang tidak apa-apa, tapi dia…” Donghae tidak melanjutkan kalimatnya dan menunjuk ruang UGD di depannya. Hyerin mengikuti arah pandang Donghae dan berjalan mendekati ruang UGD dan mengintip melalui kaca kecil.

Meski kecil dan sedikit buram, Hyerin langsung tahu dan mengenali seseorang yang terbaring di dalam. Di tubuh orang itu terdapat berbagai selang dan alat bantu pernapasan.

“Katakan padaku bahwa apa yang kulihat itu salah!” Hyerin mencengkeram baju Donghae sambil berteriak. Donghae hanya diam.

“Ya! Lee Donghae! Katakan padaku bahwa iu bukan Kyuhyun! Kyuhyun akan pulang besok! Bukan hari ini kan? Dia bukan Cho Kyuhyun kan?” Mata Hyerin mulai panas dan sedetik kemudian ia meneteskan butiran-butiran bening.

“LEE DONGHAE! Sekali lagi aku tanya padamu! Dia bukan CHO KYUHYUN kan?” Hyerin melepaskan cengkeramannya pada baju Donghae dan bersandar di dinding. Donghae mendekati Hyerin dan membisikkan sesuatu.

“Mianhae Hyerin-ah. Mianhae. Dia memang Cho Kyuhyun” ucapnya dan sukses membuat Hyerin kehilangan kekuatan untuk menopang tubuhnya sendiri. Donghae dengan sigap menahan tubuh Hyerin yang hampir jatuh. Hyerin berbalik dan memeluk Donghae. Dia menangis kuat.

“Bagaimana keadaannya?” tanyanya di sela tangisannya.

“Dia, tidak begitu baik Hye-ah!”

“Apa yang sebenarnya terjadi?” Donghae menuntun Hyerin menuju bangku terdekat.

FLASH BACK

Donghae sedang mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang. Tak lama kemudian ia menepikan mobilnya di sebuah toko bunga. Ia berpikir ingin membelikan Hyerin dan Kyuhyun buanga yang indah saat pernikahan mereka nanti. Saat akan keluar dari mobil, Donghae melihat sebuah mobil dalam keadaan tidak stabil. Lalu tiba-tiba mobil itu berhenti dan membuat kendaraan lain di belakangnya ikut berhenti mendadak. Awalnya memang tidak terjadi apa-apa. Namun sial, sebuah taksi dibelakang mobil tersebut berhenti tepat di tengah perempatan jalan raya. Hal itu membuat sopir truk yang mengemudikan truknya kaget dan tidak sempat mengerem dan justru menyerempet taksi tersebut. Danterjadilah kecelakaan itu.

Tidak ada seorangpun yang berusaha menolong saat akhirnya Donghae memberanikan diri mendekati taksi tersebut. Dan alangkah terkejutnya dia saat melihat wajah Cho Kyuhyun! Pada awalnya memang dia tidak percaya, mungkin hanya mirip. Namun cincin di jari manis pria itu menjelaskan semuanya.

Dengan segera Donghae berusaha membuka pintu taksi itu. Dia berteriak minta pertolongan. Donghae nyaris gila saat ia melihat darah yang keluar dari kepala Kyuhyun semakin banyak. Tak lama kemudian ambulance dan polisi datang. Donghae menggendong tubuh Kyuhyun di belakang punggungnya dan menaikannya di ranjang ambulance.

FLASH BACK END

Tiba-tiba dokter keluar dari ruang UGD.

“Ada yang bernama Lee Donghae dan Han Hyerin di sini?” tanyanya.

“Kami dok!” jawab Donghae.

“Pasien ingin bertemu kalian.” Dokter itu lalu mengajak Donghae dan Hyerin masuk. Hyerin langsung mendekati tubuh Kyuhyun dan menggenggam tangannya.

“Kyuhyun-ah! Gwenchanayo?” tanyanya pelan sambil menahan air matanya karena ia tahu Kyuhyun tidak suka melihatnya menangis. Kyuhyun hanya diam dan tidak menjawab. Ia menatap dua orang yang paling ia sayangi sebelum ia pergi.

Ia yakin ia tidak bisa bertahan lebih lama lagi. Sebelumnya, samar-samar ia mendengar pembicaraan dokter dan suster bahwa ia tidak akan bisa hidup lebih lama lagi. Lebih dari setengah jam lagi. Hal yang bisa membuatnya tetap membuka mata adalah alat yang menempel pada tubuhnya. Dan itu pun tidak lama. Jadi jika alat ini di lepas, ia akan menghembuskan nafas terakhirnya.

**

Kyuhyun’s POV

Aku menatap kedua manusia di hadapanku ini. Menatap mereka untuk yang terakhir kalinya karena aku yakin aku tidak akan bertahan lama. Tadi aku sempat mendengar pembicaraan dokter. Pada saat itu memang aku masih belum sadar. Tapi saat dokter memerintahkan suster untuk mencabut alat yang menempel, seakan di beri kekuatan akhirnya aku mampu membuka mataku. Dan karena itulah dokter tidak jadi melepas alat di tubuhku.

Dokter bilang aku masih mempunyai kesempatan hidup. Namun aku tahu ia bohong. Hidupku takkan lama lagi. Kurang dari setengah jam ke depan, aku akan mati.

Maka dari itu aku ingin menggunakan waktu terakhirku untuk menemui orang-orang yang aku sayangi. Aku menatap Hyerin orang yang aku cintai yang seolah menahan tangisannya. Aku tersenyum ke arahnya. Lalu aku menatap Donghae hyung. Orang yang berkorban banyak untuk aku dan Hyerin. Orang yang oaling sering ku sakiti.

Aku sebenarnya tahu kalau Donghae hyung juga mencintai Hyerinku. Namun aku benar-benar mencintai Hyerin. Aku membuka mulutku dan menyampaikan satu kata yang sangat ingin aku katakan pada Donghae Hyung selama tujuh tahun terakhir. Sebuah kata yang sangat simple namun kadang susah untuk di ucapkan. Mianhae.

Aku merasa waktuku benar-benar semakin menipis. Perlahan namun pasti, sosok mereka berdua mulai menghilang di gantikan dengan suasana gelap.

**

Donghae’s POV

“Kyuhyuuuuun!” Aku dengar Hyerin berteriak saat Kyuhyun memejamkan matanya. Aku ingin menenangkan Hyerin namun aku sendiri juga tidak mampu. Kyuhyun sempat meminta maaf padaku. Tapi aku tidak tahu, utnuk apa ia meminta maaf.

Kyuhyun, selamat jalan!

Tiba-tiba dokter datang dan langsung melepas alat yang menempel di tubuh Kyuhyun. Suster lalu menutup Kyuhyun dengan kain putih. Aku membantu Hyerin berdiri. Membawanya ke luar ruangan. Di sana sudah ada keluarga Hyerin dan Cho Ahra. Kakak Kyuhyun. Ahra noona langsung memeluk Hyerin sambil menangis. Aku sendiri di tenangkan oleh Yongwon hyung.

**

4 days later

Donghae menghampiri Hyerin yang sedang menatap sebuah gaun putih dan sebuah tuxedo. Ia melihat Hyerin mulai menangis lagi. Wajar saja! Seharusnya ini menjadi hari yang paling membahagiakan bagi Hyerin dan Kyuhyun. Hari di mana mereka seharusnya melangsungkan pernikahan mereka. Berbahagia dan saling mengucap janji di altar.

Donghae mendekati Hyerin. Hyerin menoleh dan tersenyum simpul dengan air mata yang masih mengalir.

“Aku ingin memakainya hari ini Hae. Bolehkah?”

“Terserah padamu. Gaun itu milikmu.”

“Heh.. Tapi siapa yang akan memakai tuxedonya? Kyuhyun?”

“Seharusnya!” jawab Donghae sambil menahan sakit.

“Bisakah kau keluar sebentar Hae? Aku ingin memakai gaun ini.” Donghae berjalan kemar dari kamar Hyerin.

**

Hyerin mulai mengganti pakaiannya dengan wedding dress miliknya. Dress itu melekat pas pada tubuhnya. Ia lalu berjalan menuju meja rias dan mengambil kosmetik-kosmetik miliknya. Ia lalu memoleskan satu per satu benda-benda itu ke wajahnya.

Ia mengambil sisir dan menyanggul rambutnya. Dan memberikan sapuan lipgloss di bibirnya sebagai langkah terakhir. Setelah di rasa sempurna ia lalu berdiri dan menuju sebuah vermin besar di kamarnya. Di hadapan cermin itu ia mematung, mengagumi dirinya yang tampak cantik. Sesaat kemudian ia tersadar dan kembali menangis.

Ia menangis di hadapan pantulan dirinya. Mengapa hidup begitu kejam padanya? Mengapa Kyuhyun harus pergi dari sisinya? Setelah puas menangis, ia membuka pintu kamarnya.

Ternyata Donghae masih menunggunya di depan pintu kamarnya. Ia tersenyum pada Donghae, sahabatnya yang selama empat hari belakangan selalu menemaninya.

Dongahe menatap Hyerin tanpa berkedip. Sungguh dia sangat cantik! Andai saja takdir Hyerin tidak begini, pasti ia akan terlihat semakin cantik saat berjalan di altar.

“Hae, maukah kau mengantarku ke suatu tempat?” Hyerin bertanya pada Donghae.

“Sure. Mau kemana?” jawab Donghae berusaha tersenyum.

“kau akan tahu.” Jawab Hyerin sambil berjalan keluar kamar. Saat melewati ruang keluarga, ia bertemu dengan Yongwon. Yongwon yang melihat Hyerin dengan dandanan seperti itu jelas terkejut. Menurutnya, adiknya itu sangat cantik! Sama seperti Donghae, ia juga menyesalkan akan nasib Hyerin.

“Kau, mau kemana dengan baju itu?” tanya Yongwon.

“Aku mau pergi dengan Donghae sebentar.” Jawab Hyerin sambil menggandeng Donghae.

**

“Pulanglah. Aku akan di sini agak lama.” Pinta Hyerin.

“Ani! Akan ku temani!” jawab Donghae.

“Tidak apa-apa. Aku ingin kau pulang ke rumahku. Aku pasti menyusul.” Hyerin berusaha meyakinkan Donghae. Karena terus di desak, akhirnya Donghae pulang ke rumah Hyerin.

**

Kini Hyerin berdiri di hadapan sebuah makam yang bertuliskan

Cho Kyuhyun

03-02-1988 – 13-12-2013

Ia membungku sedikit pada makan itu, seakan menyapa seseorang yang telah terbaring di sana.

“Kau, apa kabar? Ini hari keempat bukan kau berada di sini? Maaf karena aku baru bisa kesini. Oh iya, apa aku terlihat cantik memakai gaun ini? Aku rasa iya. Andai saja kau memakai tuxedonya. Kau pasti terlihat sangat tampan! Kau tahu hari ini hari apa? Hari pernikahan kita seharusnya. Hari yang membuatku sebagai wanita yang paling bahagia dan beruntung! Tapi kenapa kau meninggalkanku! Bahkan kau tak pamit padaku! Boleh aku menyusulmu? Aku ingin sekali berada di sana! Di sisimu. Maukah kau menungguku sebentar lagi saja? Aku pasti akan menyusulmu.” Hyerin lalu berdiri dan seakan melihat bayangan Cho Kyuhyun berdiri dan tersenyum sambil menggeleng.

“Tapi aku benar-benar ingin menyusulmu.” Ucapnya lagi.

Ia lalu meninggalkan area pemakaman dan berjalan menuju jalan raya. Terus berjalan namun tidak memperhatikan sekelilingnya. Saat ia hendak menyebrang jalan sebuah mobil menghantam tubuhnya! Hyerin tewas seketika dengan masih menggunakan gaun pernikahannya.

**

Dongahe menatap kedua makam di depannya. Cho Kyuhyun dan Han Hyerin telah tidur selamanya. Sepertinya memang mereka di takdirkan untuk selalu bersama. Donghae lalu meletakkan sebuah buku harian yang berlumur darah di tengah makam keduanya. Ia membungkuk dan berbalik meninggalkan pemakaman.

“Selamat jalan semoga kalian bahagia!”

**

END

Gimana Readersku tersayang? ^^

Mian yah kalau gaje gini. Bikin Cuma satu jam. Soalnya mumpung ada inspirasi. Ini juga saya ucapkan terima kasih buat Taeyang, kalau ga dengerin tu lagu (wedding dress) ya ini FF gak bakalan ada J

So tetep komen yah. Biar saya juga semangat bikin ff yang lain J

Saya ucapun makasih juga buat readers yang udah bersedia komen di ff2 saya sebelumnya ^^

Don’t be a sider OK^^

Follow @Myshfly3424

Iklan

10 thoughts on “Wedding Dress

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s