Our Fake Marriage! Part. 2

Title: Our Fake Marriage! #part. 2

Author: @Myshfly3424/Milla Anggraini

Casts:

Jung Yonghwa

Seo JoHyun/ Seohyun

Choi Seulri/Choi Jinri/Sulli

Park Sanghyun/Park Cheondoong

dan cast lain yang akan di temukan di dalamnya(?)

Length: Chapter

Genre: Romantic, Comedy etc.

Jangan di plagiat ya? Susah lho bikin ini FF! Nyamain karakter, ngubah karakter, nyesuain jalan ceritanya juga susah! Oke oke? Jadi tolong hargai saya! ^^

Preview

“Tunggu!” panggilnya. Pria itu  berhanti dan berbalik.

“Siapa namamu?” tanya Sulli sedikit malu. Sekilah Sulli melihat pria itu tersenyum simpul.

“Hyun! Panggil saja aku Hyun!” jawab pria itu.

“Ne! Gomawo Hyun-ah! Namaku Seulri! Choi Seulri! Panggil aku Sulli!” jawab Sulli. Pria itu kembali berjalan dan meninggalkan Sulli yang masih tersenyum.

“Hyun!” gumam Sulli.

**

Part 2

Seohyun membuka matanya saat ia merasakan sinar matahari masuk ke dalam kamarnya. Ia panik dan melihat sekelilingnya. Mengapa ia bisa berada di kamar? Padahal semalam setelah selesai berbincang dengan Yonghwa, mereka menonton tv sampai akhirnya Seohyun tertidur di sofa. Ia menyibakkan selimutnya lalu berjalan ke dalam kamar mandi dan membasuh tubuhnya. Setengah jam kemudian ia selesai berganti pakaian. Ia keluar dari kamarnya menuju dapur dan memasak sarapan untuk dirinya dan Yonghwa.

Setelah memasak sarapan, ia membersihkan rumah Yonghwa. Meski Seohyun tahu bahwa setiap harinya akan ada seseorang yang membersihkan rumahnya. Ia lalu mencari Yonghwa ke sekitar rumah, namun setelah setiap sudut rumah ia jelajahi ia tidak menemukan Yonghwa. Ia lalu menuju kamar Yonghwa dan mengetuk pintunya.

“Yonghwa ssi! Apa kau masih di dalam? Bangun dan mandilah lalu kita sarapan! Aku sudah membuat sarapan!” Seohyun berkata sambil mengetuk pintu kamar Yonghwa berkali-kali. Namun sepertinya Yonghwa masih berselancar di alam mimpi!

Seohyun dengan hati-hati membuka pintu kamar Yonghwa dan mendapati Yonghwa tertidur dengan posisi duduk. Ia menghampiri Yonghwa dan membangunkannya.

“Yong! Bangunlah!” ia menyentuh bahu Yonghwa sambil mengguncangkannya pelan.

Yonghwa menggeliat dan terkejut mendapati Seohyun berdiri di sampingnya.

“Ya! Kenapa kau masuk ke sini?”

“Aku hanya ingin membangunkanmu dan mengajakmu sarapan! Cepatlah kau mandi!” Seohyun lalu keluar dari kamar Yonghwa.

**

“Yeobseyo?” Yonghwa mengangkat panggilan yang masuk ke ponselnya.

“Yonghwa-ya! Apa kabar? Bagaimana keadaanmu?” ternyata ibunya yang menelepon.

“Ne Eomma. Aku dan Seohyun baik-baik saja!” jawab Yonghwa.

“Syukurlah! Apa kalian di rumah?”

“Ne. Waeyo Eomma?”

“Aku dan Sulli akan ke sana sekarang. Ada yang ingin kami berikan!”

“Mwo? Apa itu?”

“Hadiah untuk kalian. Aku lupa memberikannya semalam!”

“Oh ne Eomma! Aku akan memberitahu Seohyun.”

Klik. Yonghwa menutup flap ponselnya dan segera mencari Seohyun.

“Seohyun-ah! Cepatlah kemari!”

“Ne?”

“Eomma akan datang! Cepat kau kunci kamarmu! Jangan sampai mereka tahu kita tidur terpisah, ne?”

“Baiklah!”

**

Seohyun POV

“Seohyun-ah! Cepat! Kita sedikit terlambat!” ujar Yong dari luar rumahnya. Aku yang sedang memakai heelsku sedikit terburu karena ucapannya tadi. Aku segera keluar dari rumah dengan menjinjing dua buah koper berukuran sedang. Sebelum meninggalkan rumah tak lupa aku mengunci pintu dan mematikan saluran air dari luar rumah. Setelah aku siap, Yong membantuku memasukkan koperku ke dalam bagasi taksi yang dia pesan.

Hari ini rencananya kami akan berlibur ke Makau! Kemarin eomma memberikan tiket bulan madu ke Makau sebagai hadiah untuk pernikahan kami. Tentu saja aku sangat senang menerima hadiah dari Eomma. Mengapa tidak? Lagipula ini gratis dan aku tidak perlu mengeluarkan sepeser pun!

Taksi yang kami tumpangi sudah sampai di Incheon Airport. Kami turun dan bergegas masuk ke dalam terminal keberangkatan. Setelah masuk dan memastikan bahwa koper kami tidak tertinggal, aku dan Yonghwa mencari tempat duduk kami. Dan kebetulan aku mendapatkan tempat duduk di dekat jendela!

Tak lama kemudian, sebuah instruksi dari pilot pesawat pun terdengar. Kami diminta untuk memakai sabuk pengaman karena sebentar lagi pesawat akan tinggal landas. Perjalanan ke Makau sekitar 4 jam dan aku berencana tidur selama perjalanan.

**

Yonghwa dan Seohyun sampai di Bandara Internasional Macau. Mereka berdua segera menuju ke Okura Hotel Macau yang dapat di tempuh selama 5 menit perjalanan dari bandara. Setelah sampai di depan hotel, Yonghwa membayar ongkos taksi dan menurunkan 3 buah koper milik mereka berdua. Sedangkan Seohyun? Dia terlalu sibuk memandangi bangunan hotel yang bisa terbilang cukup wah! Ia juga bertanya-tanya, sebenarnya sekaya apa keluarga Yonghwa? Selama ini yang ia tahu Yonghwa adalah seorang arsitek, sedangkan ayah ibunya selalu di rumah. Dan penampilan mereka terlihat sangat sederhana meski rumah mereka memang mewah!

“Tidak usah sekagum itu! Jangan perlihatkan tampang bodohmu di sini! Membuat malu saja!” ujar Yonghwa seraya menggeret kopernya sendiri melewati Seohyun yang masih saja terbengong-bengong.

Seohyun yang melihat Yonghwa sudah berada cukup jauh di depannya segera tersadar dan menarik kedua kopernya.

“Yong! Tunggu aku! Apa kau tidak bisa membantuku membawakan satu koperku?” teriaknya saat ia melihat Yonghwa akan memasuki hotel. Yonghwa menoleh dan tersenyum sinis lalu melanjutkan langkahnya memasuki Hotel Okura. Seohyun menggerutu sambil menarik paksa kopernya.

Mereka memasuki ruang kamar hotel yang bisa di bilang sangat WAH! Hei! Bagaimana tidak? Kasur yang besar dan empuk, ruang makan yang besar, tempat santai yang nyaman, bahkan balkon yang menghadap ke arah pantai. Seohyun langsung masuk dan meninggalkan kopernya di depan pintu.

“Huaaaa!!! Yong! Kau tahu tidak? Ini menakjubkan!” ucapnya takjub.

“Hei! Biasa saja! Apa kau tidak pernah tinggal atau menginap di tempat seperti ini? Hotel ini hotel berbintang 5 yang terletak dalam Galaxy Macau resort! Aku jadi ragu dengan ceritamu tentang kau anak seorang pengusa kaya dan menjadi pewaris tunggalnya!” jawab Yonghwa sambil melenggang masuk ke kamar mandi.

“Yak! Yong, aku ini bukan tipe gadis yang menggunakan uang ayahnya untuk berfoya-foya!” Seohyun berlari mengambil kopernya yang masih tertinggal di depan pintu. Ia lalu menata bajunya ke dalam lemari. Setelah selesai menata kopernya ia lalu mengetuk pintu kamar mandi.

“Yong! Kau sudah selesai? Cepatlah! Aku juga ingin mandi!”

“Ne! Sebentar lagi aku keluar!” tak berapa lama kemudian Yonghwa keluar dengan hanya di balut handuk putih dari hotel. Sementara rambutnya yang basah acak-acakan.

“Ya!!! Mengapa kau hanya memakai handuk?” Seohyun menutup kedua matanya.

Yonghwa yang melihat tingkah Seohyun lalu mecoba menggoda Seohyun.

“Hei! Mengapa kau menutup matamu huh? Apa kau malu? Kau kan istriku!” Yonghwa mendekati Seohyun yang mulai mundur menjauhi Yonghwa.

“Yong! Stop! Berhenti di situ!” Seohyun terlihat sangat cemas. Wajahnya sudah merah seperti tomat. Sedangkan Yonghwa masih saja terus berjalan mendekati Seohyun. Mereka berjalan semakin mendekati ranjang.

“Kenapa? Kau takut?” tanya Yonghwa.

“Yong! Aku hanya istri palsumu saja!”

“Lalu kenapa? Toh kita sah dimata hukum dan agama?” Yonghwa semakin berjalan mendekati Seohyun.

“Yong! Kau berhenti atau aku akan berteriak!” ancam Seohyun.

“Teriaklah yang kencang honey! Tidak akan ada yang mendengarmu!” Mereka semakin mendekati ranjang.

“Hyaaa!!!!” Yonghwa mengagetkan Seohyun, dan hal itu membuat Seohyun jatuh terjengkang ke belakang. Tubuh Seohyun terhempas ke ranjang, sementara Yonghwa dengan tawa setannya berjalan menjauhi Seohyun dan membuka kopornya.

“Kau tahu Seo, wajahmu lucu sekali saat ketakutan!” ia berteriak.

“Ya! Dasar kau kurang ajar Yong!” Seohyun berlari ke kamar mandi lalu bergegas menguncinya. Demi apapun, ia merasa sangat malu tadi.

**

Seulri baru saja hendak mengunci ruang perpustakaan saat seseorang mencegahnya.

“Tunggu!” Seulri menoleh ke sumber suara dan mendapati seorang namja bertubuh tinggi dengan setelan kotak-kotak dan celana jeans berwarna biru tua menghampirinya.

“Ne?”

“Um.. Apa kau yang bertugas menjaga perpustakaan hari ini?” tanya namja itu.

“Ne. Hari ini aku yang mendapat tugas piket. Waeyo?”

“Aniyo. Kalau kau tidak keberatan, boleh aku mencari sebuah buku dulu sebelum kau menutupnya? Aku hanya sebentar. Buku itu sangat penting.” Pinta namja itu. Seulri sedikit bingung. Di satu sisi, perpustakaan memang sudah tutup karena sudah jam 4 namun di lain pihak, ia merasa kasihan dengan namja di hadapannya.

“Baiklah. Tapi hanya 15 menit saja. Bagaimana? Apa kau mau?” tawar Seulri.

“Kalau 30 menit?”

“Tadi kau bilang hanya sebentar?”

“15 menit itu mencari dan mencocokkan. Butuh waktu sekitar 10 menit untuk membuka daftar kunjungan dan peminjaman buku.” Namja itu berusaha menjelaskan.

“Baiklah! 30 menit!” ujar Seulri sambil membuka kembali pintu perpustakaan.

“Gomawo!” ucap namja itu sambil tersenyum. Seulri hanya mengangguk.

20 menit kemudian …

“Hei! Aku sudah selesai, ini bukunya!” Namja tadi menghampiri Seulri yang tertidur di meja. Ia mencoba membangunkan Seulri namun tidak bisa. Ia lalu menatap wajah Seulri yang terlihat tenang sekali. Wajahnya damai meski terlihat lelah. Namja itu tersenyum. Ia lalu mengambil daftar catatan peminjaman buku. Setelah menuliskan nama dan buku yang ia pinjam ia lalu meletakkannya kembali ke atas meja. Ia menghampiri Seulri lagi dan menggoncangkan sedikit tubuh Seulri

Tak lama kemudian Seulri bangun. Ia mendapati seorang namja di hadapannya. Ia sangat kaget.

“Ya!”

“hei! Ini aku! Aku sudah selesai tadi. Dan nama serta buku juga sudah ku tulis sendiri.” Jawab namja itu berusaha menenangkan.

“Ah ne! Mianhae, aku ketiduran.” Seulri bangun lalu membungkuk.

“Gwenchanayo! Kajja! Sudah jam setengah 5 lebih.” Ajak namja itu.

“Ne!” Mereka berdua lalu keluar dari gedung perpustakaan setelah sebelumnya mengunci pintunya.

“Kau pulang sendiri?” tanya namja itu. Seulri mengangguk.

“Mau kuantar? Kebetulan aku membawa motor.” Tawar namja itu.

“Aniyo! Aku naik bus saja!” Seulri lalu beranjak meninggalkan namja itu.

“Tunggu!” cegah namja itu.

“Wae?”

“Namamu?”

“Ah ne. Seulri! Namaku Choi Seulri! Kau?”

“Sanghyun! Park Sanghyun!” jawab namja itu sambil tersenyum manis sekali!

Seulri lalu berlari menuju halte bis terdekat. Setelah menunggu 10 menit, akhirnya bis yang ia tunggu datang. Dengan segera ia masuk ke dalam bis. Dari kejauhan terlihat Sanghyun tersenyum dari atas motornya.

**

“Seo Jo Hyun!!! Cepatlah sedikit!” kudengar Yonghwa meneriakkan namaku dari luar kamar. Huh! Dia benar-benar makhluk yang menyebalkan! Aku lalu keluar dari kamar dengan memakai dress tali spaghetti yang memperlihatkan kulitku yang putih mulus ini!

Saat aku keluar dari kamar ku lihat Yonghwa memperhatikanku dari atas sampai bawah lalu kembali ke atas lagi.

“Kenapa? Apa aku terlihat cantik?” aku sedikit narsis.

“Ya! Apa-apaan kau ini? Mengapa kau memakai baju seperti itu? Kau pikir kita akan kemana huh?”

“Memangnya kenapa? Apa salahnya? Bukankah kita akan ke pantai?” tanyaku polos.

“Astaga Seo Jo Hyun!!! Kau ini bodoh atau apa? Lihat pakaianku!” Aku memperhatikan pakaiannya yang terlihat rapi dengan kemeja berwarna biru muda dan celana panjang hitam. Ia juga memakai sepatu!

“Oh God! Memangnya kita mau kemana?” tanyaku shock! Jujur saja, penampilan kami benar-benar berbanding terbalik.

“Cepat ganti pakaianmu dengan gaun malam. Sore ini kita akan pergi ke sebuah Casino!”

“Mwo??? Casino? Bukankah itu pusat perjudian heh? Kenapa kita ke sana?”

“Aku rasa kau benar-benar bodoh Seo Jo Hyun ssi! Ini Makau nona! Cepatlah ganti baju! Aku beri waktu setengah jam untuk berdandan!”

“Setengah jam? Kau gila??? Mengapa aku harus mengganti bajuku? Ayolah.. Kita kan hanya ke sebuah Casino!”

“Apa kau mau kita di usir dari Casino? Aku yakin pelayan dan bodyguardnya akan siap mengursir kita  saat melihat penampilanmu ini! Cepatlah! Hampir pukul 5!”

“Ne! Arraseo!” Aku berbalik dan mencari gaun malam yang telah ku persiapkan sebelumnya. Setelah setengah jam bergulat dengan gaun dan make up ku akhirnya aku siap. Aku memakai mini dress berwarna hitam dan menggerai rambut panjangku. Riasanku juga minimalis, tidak terlalu menor. Tak lupa aku menambahkan heels kesayanganku sebagai pemanis kakiku.

“Aku siap!” ucapku di depan pintu kamar. Yonghwa memperhatikanku lagi. Namun sepertinya kali ini dengan tatapan kagum. Aku sedikit puas dengan hasil karyaku malam ini.

“Kajja! Kita berangkat!” Ia mengangsurkan tangannya. Saat kami keluar dari hotel, sebuah sedan hitam mewah sudah menanti kami.

“Apa kau yang memesan?” tanyaku pada Yonghwa setelah kami berada di dalam sedan hitam mewah ini. Ia hanya tertawa.

“Pihak hotel sudah menyediakannya. Ini sudah satu paket dengan hotel kita.”

“Oh..”

**

Aku tiba di depan sebuah kompleks yang bertuliskan “Venetian Casino”.

Oh God! Bukankah ini yang di pakai syuting BBF oleh Jun Pyo dan Jan Di? Astaga! Macau benar-benar amazing! Aku dan Yonghwa keluar dari mobil dan menaiki tangga utama. Setelah tiba di depan pintu kulihat para penjaga di Casino memeriksa barang bawaan yang di bawa oleh para pengunjung. Tas tanganku tak luput dari geledahan para penjaga Casino.

Keadaan di Casino ini cukup ramai dan bising. Musik terdengar saling sahut menyahut. Meski berada di sebuah ruang besar namun di setiap sudut Casino ini ada kurang lebih lima lagu yang di putar secara bersamaan. Bisa kalian bayangkan bukan bisingnya tempat ini. Selain itu, tempat ini di penuhi dengan pasangan pria-wanita. Sepertinya mereka berasal dari kalangan atas.

Aku terus mengamit lengan Yonghwa yang berjalan di depanku.

“Kau gila Yong!”

“Wae? Ini cukup menyenangkan.” Ia memasang tampang angkuhnya. Sialan kau Yong!

Tiba-tiba Yonghwa berhenti di sebuah meja judi. Di meja itu seorang pria paruh baya nampak sedang menghisap rokoknya. Ia di kelilingi lima orang wanita yang berpakaian ‘nakal’.

Kudengar Yonghwa menyapa pria itu dengan bahasa Inggris.

“Bolehkah saya duduk di sini tuan?”

“Dengan senang hati!”

Yonghwa duduk dan menarik sebuah kursi di sebelah kanannya untuk tempatku duduk.

“Apa kau ingin main?” tanya pria itu.

“Tentu saja. Sayang sekali kalau kemari tapi tidak mencobanya.”

“Baiklah!” pria itu melambaikan tangannya ke arah meja pelayan. Seorang wanita datang dengan membawa setumpuk kartu.

“Apa kalian ingin bermain tuan?” tanyanya.

“Ya. Bisa kau bawakan dua orang lagi?” tanya pria tadi.

“Tentu saja. Tunggu sebentar.” Setelah pelayan itu pergi pria tadi memperkenalkan dirinya.

“Namaku Steven. Kau?”

“Aku Yonghwa.”

“Dia?” Steven menunjukku.

“Jo Hyun. Istriku.” Jawab Yonghwa sambil tersenyum kearahku. Sumpah demi tuhan wajahnya benar-benar memuakkan! Aku memasang tampang sebalku. Tak lama kemudian pelayan wanita tadi kembali dengan membawa dua orang pria yang membawa masing-masing dua wanita.

“Silahkan! Anda dapat memulai permainannya!” Wanita tadi tersenyum lalu mulai membagikan kartu.

Setelah cukup lama bermain, kulihat Yonghwa empat kali menang. Dan aku cukup terkejut! Sekali lagi dia menang, dia akan dapat jackpot sepertinya.

“Yong! Aku mau ke kamar mandi!” aku berbisik pada Yonghwa.

“Mau ku antar?” tawarnya.

“Tidak usah! Cukup pinta pelayan itu menunjukkan tempatnya saja!” Lalu pelayan itu tersenyum setelah Yonghwa memintanya menunjukkan letak kamar mandi.

“Apa kau yakin ke sana sendiri?”

“Tentu saja.” Aku bangkit lalu berjalan menuju kamar mandi. Namun saat menuju kamar mandi, aku merasa seseorang mengikutiku. Benar saja! Saat aku berbelok dan akan menutup pintu, ku lihat bayangan seorang pria di belakangku.

“Sudah lama tidak bertemu Jo Hyun ssi!” aku berhenti lalu berbalik. Aku terkejut melihat pria itu! Oh Tuhan!

“Tuan Park?”

TBC

Bagaimana saudara-saudara sekalian?

Hhe.. Kira-kira udah pada tahu belom sapa yang di pasangin ama Sulli? ^^

Iklan

25 thoughts on “Our Fake Marriage! Part. 2

  1. Chingu, daebak….
    Tmbah penaaaaasssssaaaarrrraaannnn…Menanti part selanjutny…
    Jgan lama2 ya..@_@#puppyeyes
    Fighting..^________^

    • gomawo chingu ^^
      hhe.. iya ya? wah, mungkin part berikutnya bakalan agak lama deh ^^
      soalnya minggu depan aku ada Ujian Sekolah 🙂 *curcol*

      gomawo chingu udah baca ^^
      Ne fighting!!!! ^^

  2. siapa itu tuan park?? btw bukannya sulli sm sanghyun udh pernah ketemu?? kok sulli gak ngenalin seh?? klo sanghyun kykna tau itu sulli tp pura2… :p

  3. “Tidak usah sekagum itu! Jangan perlihatkan tampang bodohmu di sini! Membuat malu saja!”
    yong oppa benar2 tega ya sama istri *palsu* sendiri
    ckckckkk

    ngebayangii muka takutnya seo onnie gk bisa brenti ngakakkk…
    huwaaa….

    spaa itu tuan Park?
    jung soo oppa kah ?

    argggg
    semakin penasaran chingu
    >.<

  4. hwa chingu daebak critanya seruuu bnget,, itu yong tega bnget ma bininya deh…. tpi suka deh crta yongseo yg kyk gini…. ngebacanya gimna gitu… hhehhehhe
    tuan park? nugu? orng jhat.kah???
    pngen baca part 3 segeraaaaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s