You, Me and This Marriage! Seven

ymtss

Title: You, Me and This Marriage! Seven

Author: @Myshfly3424/Milla Anggraini

Casts:

Kim Jong Woon/ Yesung

Lee Soora

dan cast lain yang akan di temukan di dalamnya(?)

Length: Chapter

Genre: Romance

Annyeong.. Mianhaeyo baru sempet muncul lagi setelah beberapa bulan menghilang dari peredaran(?). Mian banget ya, aku br sempet publish kelanjtan FF ini sekarang. Kemarin2 bener2 sibuk tugas kuliah sama UAS. Mianhaeyo *bow*

Yesung dan Soora kini berada di sebuah kafe kecil yang letaknya tidak jauh dari WHYSTYLE. Selama sepuluh menit mereka berdua berada di kafe ini, tidak terjadi percakapan apapun. Keduanya sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. Bahkan sampai pesanan keduanya tiba, keduanya masih saja terdiam. Mereka berdua merasakan debaran yang sangat cepat di jantung mereka. Mungkin terlalu gugup kah?

Karena bosan dan jenuh dengan keadaan yang sunyi, dengan cepat Yesung berusaha menetralkan perasaannya. Mengembalikan debaran jantungnya pada keadaan semula. Yesung memutuskan untuk membuka percakapan dengan Soora.

“Kau… Apa kabar?” tanyanya dengan suara sedikit serak.

Soora menatap Yesung yang kini juga menatapnya.

“Aku baik-baik saja, Oppa. Kau sendiri?” jawabnya pelan.

“Seperti yang kau lihat sekarang, aku juga baik-baik saja.” Jawab Yesung. Setelah itu, kembali seperti keadaan awal. Suasana canggung kembali terjadi diantara keduanya.

“Bagaimana dengan karirmu?” Yesung kembali bertanya.

“Semuanya berjalan dengan lancar. Untuk beberapa bulan kedepan aku cuti. Bagaimana denganmu oppa? Masih bernyanyi bersama Super Junior?” kini keadaan sudah mulai mencair.

“Tentu saja. Kami sedang menunggu beberapa member untuk menyelesaikan wamil mereka. Dan rencananya tahun depan kamu akan melakukan comeback. Untuk sementara ini KRY masih terus bernyanyi.”

“Kudengar kau membuka bisnis dengan Jongjin oppa?”

“Ne. Aku dan Jongjin mendirikan sebuah perusahaan kecil di bidang fashion. Kapan kau kembali ke Korea?”

“Dua minggu yang lalu. Lama tidak ke Seoul, banyak yang berubah ternyata.”

“Ne. Lima tahun terakhir kota Seoul sepertinya memang banyak mengalami perubahan.”

Keduanya kembali terdiam. Soora mengalihkan pandangannya keluar jendela. Sedangkan Yesung memainkan kunci mobilnya.

“Soora-ah, aku ingin meminta maaf padamu.”

“Ne?”

“Atas kejadian lima tahun yang lalu.”

Soora tersenyum menatap Yesung. “Gwenchanayo oppa. Aku sudah memaafkanmu. Lagipula itu hanya masa lalu.” Jawab Soora kecut.

‘Hanya masa lalu?’ Yesung bertanya dalam hatinya. Apa soora sudah melupakannya?

Saat Yesung hendak bertanya lagi, tiba-tiba ponsel Soora berdering.

“Yeobseyo?”

“Oh, ne..”

“Aku belum sempat ke rumah ayah.”

“Tidak usah. Aku bisa sendiri, kau selesaikan saja pekerjaanmu. Setelah itu baru kau menjemputku di rumah ayah.”

“Ne! Annyeong!” Soora menutup ponselnya. Ia lalu tersenyum ke arah Yesung.

“Maaf oppa, barusan ada yang menelepon.”

“Oh, gwenchanayo. Dari siapa?”

“Kang Yunjong. Teman kuliahku dulu. Kau masih ingat bukan?”

“Ne. Apa kau sedang menjalin hubungan dengan Kang Yunjong ssi?” Soora terlihat enggan menjawab pertanyaan Yesung.

“Ah, Yesung oppa.. Aku harus bergegas kerumah ayah. Ayah pasti sudah menungguku. Dan oppa, terima kasih atas bantuanmu tadi!” Soora berdiri dari kursinya dan bergegas keluar dari kafe. Yesung menatap punggung Soora yang semakin menjauh. Tanpa mereka sadari, seorang pria berkacamata mengamati mereka dan tersenyum puas sambil memasukkan SLR miliknya ke dalam wadahnya.

**

Di dalam taksi yang di tumpanginya, Soora sibuk bergelut dengan pikirannya sendiri. Ia hampir tidak mempercayai apa yang baru saja dialaminya. Pria itu… Kim Jong Woon. Pria yang saat ini paling tidak ingin ia temui. Pria yang dulu pernah menjadi bagian dari hidupnya. Pria yang dulu, selama enam bulan pernah menjadi suaminya. Ya, pria yang bahkan sampai saat ini masih menempati ruang hatinya yang paliing dalam. Tempat yang tidak pernah bisa dijangkau oleh siapapun. Termasuk oleh Kang Yunjong.

Perlahan air mata Soora mengalir membentuk sungai kecil melewati pipinya yang sedikit tembam. Wajah cantiknya berubah menjadi sendu. Tatapannya mendadak kosong. Sedangkan pikirannya, entah melayang kemana.

“Agasshi, kita sudah sampai.” Supir taksi yang ia tumpangi membuyarkan lamunannya.

“Oh ne, gamsha hamnida ahjussi. Ini uangnya.” Ia menyerahkan uang kepada supir taksi itu dan keluar setelah sebelumnya merapikan penampilannya.

**

“Soora-ah!” Lee Sooman memeluk anak semata wayangnya yang kini ada di hadapannya. Kerinduannya selama lima tahun terobati sudah saat melihat wajah anaknya. Lee Soora.

“Aboeji! Lama tidak bertemu kau semakin kurus saja!” Soora menelusuri wajah ayahnya yang terlihat semakin tua. Ia menjadi sedikit menyesal meninggalkan ayahnya.

“Apa kau sangat merindukanku, Aboeji?” tanya Soora.

“Ne! Ayah mana yang tidak merindukan anak yang meninggalkannya selama 5 tahun, eh?”

“Ayah.. Aku kan pergi hanya 5 tahun. Itupun aku dua kali mengunjungi ayah.” Soora merajuk manja.

“Kau masih sama seperti yang dulu. Manja!” Sooman mengusap rambut anaknya dengan lembut.

“Ya. Samapai kapanpun, aku tetap Lee Soora, putri kecil ayah yang manja.”

“Oh, apa kau kemari diantar Kang Yunjong?”

“Aniya. Ak kemari naik taksi. Yunjong sedang di kantor mengurusi pekerjaannya. Wae?”

“Aku pikir calon menantuku itu yang akan mengantarmu.” Soora tersedak air liurnya sendiri saat mendengar perkataan ayahnya barusan.

“Calon… menantu?” tanyanya pelan.

“Ne! Tentu saja calon menantu.”

**

Soora mematung sambil memandang keindahan sunghai Han. Ucapan ayahnya tadi bagaikan petir di siang bolong. Bagaimana tidak? Kang Yunjong? Calon menantu ayahnya? Yang berarti juga calon suaminya?

Ah iya, Soora lupa kalau beberapa bulan lagi ia dan Yunjong akan bertunangan. Dan tentu saja, hubungan selama lima tahun, dan pertunangan biasanya berakhir dengan pernikahan bukan? Entahlah, sepertinya kenyataan itu terlupakan sejak tadi bertemu Yesung. Yesung? Masih berharapkah ia kepada Yesung? Soora sendiri tidak tahu jawabannya. Yang jelas, debaran jantungnya masih belum stabil sejak siang tadi. Beberapa kali ia tidak fokus melakukan berbagai hal.

“Kau disini rupanya. Aku sudah mencarimu dari ujung ke ujung!” suara Yunjong membuyarkan lamunan Soora.

“Ah ne. Aku sedang ingin menikmati pemandangan Sungai Han di sore hari.” Jawab sora sambil tersenyum tapi tidak menatap Yunjong.

“Pekerjaanmu sudah selesai?” kini Soora bertanya pada Yunjong.

“Ya. Sudah ku selesaikan secepat mungkin. Aku tidak sabar ingin bertemu denganmu.” Yunjong menatap Soora yang masih menikmati pemandangan sungai Han. Soora yang merasa di tatap kini juga menatap Yunjong.

“Apa ada masalah, Lee Soora?”

“Huh?”

“Kau pasti sedang ada masalah kan? Apa kau bertengkar dengan Aboeji-mu?”

“Aniya! Aku sedang tidak mempunyai masalah.”

Yunjong tersenyum mendengar jawaban gadis yang ada di hadapannya ini. Ia sebenarnya sangat tahu persis bahwa Lee Soora sedang mempunyai masalah. Namun ia tidak mau membahasnya sekarang. Ia tidak mau sore yang indah ini menjadi ajang pertengkaran sepasang kekasih-dirinya dan Soora-.

“Apa kau mau jalan-jalan denganku?”

“Kemana?”

“Um.. Bagaimana kalau kita keliling Seoul?”

“Yak!  Aku sudah sering keliling Seoul, Kang Yunjong ssi!”

“Tapi ini akan sangat berbeda Lee Soora ssi! Kita berkeliling Seoul dengan menggunakan bus? Bagaimana?”

“Bus?”

“Ne. Aku rasa kau pasti belum pernah kan Nona manja?”

“Sepertinya akan menyenangkan. Baiklah. Tapi mobilmu?”

“Tidak apa-apa. Kita tinggalkan saja di sini. Kajja!” Yunjong menarik tangan Soora untuk berlari dengannya.

“Ya! Kang Yunjong babo! Aku memakai heels! Bagaimana bisa aku berlari eh? A…Aaaaa..” Soora berlari mengikuti Yunjong dengan masih merutuki Yunjong.

Sore itu di habiskan Soora dan Yunjong dengan gembira. Mereka berdua mengelilingi Seoul dengan menaiki bus. Kadang mereka berjalan kaki di trotoar sambil menikmati jajanan yang di jual di sepanjang jalan. Kalau orang lain melihat mereka sekarang, mereka benar-benar terlihat seperti sepasang kekasih yang tengah berkencan. Saat mereka berduaberjalan di trotoar, tiba-tiba Soora mengaduh.

“Uh..”

“Ra-ah, apa yang terjadi?”

“Sepertinya kakiku lecet. Seharian ini aku memakai heels.”

“Coba kulihat.” Yunjong berlutut dan memeriksa kaki Soora. Benar, di bagian punggung kaki terlihat guratan merah.

“Apa heels berakibat seperti ini?”

“Seharusnya tidak. Sepertinya ini efek dari lariku tadi siang.” Ucap Soora tidak sadar.

“Lari? Untuk apa kau berlari?”

“Eh?.. Um.. Itu karena aku mengejar pencopet yang mengambil tasku.”

“Lalu? Bagaimana? Mengapa kau tidak menghubungiku?” wajah Yunjong terlihat cemas.

“Bagaimana bisa aku menghubungimu kalau ponselku saja ada di dalam tas?”

“Apa kau tidak berteriak minta tolong?”

“Sudah kulakukan. Untung saja ada yang menolong.”

“Eh? Siapa?”

“Em.. Seorang pria. Dia membantuku mengambil tasku.”

“Lain kali kau harus lebih berhati-hati lagi. Ayo!” Yunjong berbalik dengan posisi masih berlutut.

“Mwo?”

“Naiklah kepunggungku. Kau pasti tidak bisa berjalan dengan kakimu yang lecet itu. Kau tidak mau kan kalau kita pulang larut?”

“Apa tidak apa-apa Yunjong-ah?”

“Cepatlah. Lepas heels mu dan naik!” Soora melepas heelsnya dan naik ke punggung Yunjong. Ia melingkarkan tangannya ke leher Yunjong dan menyembunyikan kepalanya di leher belakang Yunjong. Hangat. Itu yang Soora rasakan. Pria yang kini tengah menggendongnya, adalah pria yang mencintainya sepenuh hati. Pria yang sabar menunggunya selama bertahun-tahun. Pria yang secara tak langsung sudah ia lukai. Pria yang sudah mau berkorban banyak untuknya. Pria ini, Kang Yunjong. Pria yang sangat baik. Soora tersenyum lalu menutup matanya karena kelelahan.

Yunjong merasa pegangan Soora di lehernya mengendur. Ia menoleh ke arah Soora dan mendapati Soora tengah memejamkan matanya.

‘Setidaknya ini sebuah kemajuan’ pikrinya. Ia terus melangkahkan kakinya sambil menggendong Soora yang tertidur di belakangnya.

**

continue

Heung.. Gimana? Ancur? ‘-‘ Maybeeee.. Hoaaa. Lama ga nulis ff sepertnya kemampuanku menjad berkurang ._.v Mianhamnida readers-nim *bow* secepatnya part 8 bakal keluar. Rencananya aku cm buat sampe part 10 aja biar ga kelamaan. Mungkin di part selanjutnya agak panjang, karena mau masuk konflik berikutnya. Seblumnya terima kash, dan maaf *bow again*

Iklan

8 thoughts on “You, Me and This Marriage! Seven

  1. Wah ada jg kelanjutannya….. ^^ next di tnggu,masih penasaran bgt apa sora bkal blik ke jongwoon yg udah bnyak nyakitin sora atw sora bkal milih laki2 di hadapannya yg udah bnyak berkorban???? next di tnggu^^

    • haaaai!! ^^ iya udh ada kelanjutannya 🙂
      sip… menurut kamu soora bakal milih siapa? Laki2 yang udah banyak nyakitn dia, ata laki2 yang sudah berkrban banyak untuk dia? Apa malah enggak dua2nya? ‘-‘a ahahaha.. makasih yaaa udh mau mampir ^^

  2. annyeong……
    slam kenal eonni…
    menyentuh banget eonnie….
    s4 merasa insane saya…..
    okeh, ditunggu lanjutannya…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s