The Day I Fall in Love (4)

jj2

Title: The Day I Fall in Love

Author: Hulk Kitty

Casts:

Lee Chang Sun (MBLAQ Lee Joon)

Choi Jina (G.Na)

Length: Chapter

Genre: Romance, Comedy.

Rating: PG-17

Annyeong Haseyo! Milla kembali dengan sebuah FF milik seseorang(?) ^^ Bukan buatan Milla, tapi buatan seseorang yang aku kenal. Milla cuma mau ngepost ini FF disini dengan persetujuan yang punya FF tentunya. Jangan di plagyat ya. Kasian yang buat kk~ Tapi buat part kali ini, bagian Milla yang buat. Bisa dikatakan ini FF 2 orang yang bikin. Enjoy reading ^^

 Jina POV

“Aku menyukaimu nuna. Maukah kau, Choi Jina menjadi kekasihku? ”

Mwo? Dia bilang apa barusan? Apa aku tidak salah dengar? Ini bukan hanya pernyataan, tapi juga pertanyaan? Aku melebarkan mataku dan membuka sedikit mulutku. Oh my god! How can? Dia masih menatapku, menantikan kata-kata yang keluar dari bibirku.

Oh tuhan! Bahkan untuk mengeluarkan suara saja sangat sulit! Aku berdeham sebentar lalu menarik nafas panjang. Berusaha mengumpulkan oksigen yang sepertinya entah menghilang kemana.Aku mulai mengatur nafasku dan menatap matanya.

“Lee Joon ssi, bukankah ini terlalu cepat? Maksudku, aku juga baru saja mengenalmu. Belum ada satu bulan bukan? Memang kita sempat beberapa kali terikat kontrak kerja dan mengobrol, namun aku belum mengenalmu lebih jauh. Apa kau paham maksudku?” jawabku berusaha tenang. Dia menundukkan kepalanya, agaknya dia kecewa dengan jawabanku.

“Bagaimana kalau kita coba, nuna?” tanyanya. “Kau dan aku. Kita mencoba saling mengenal satu sama lain, berusaha saling memahami. Setelah itu, baru kau berikan jawabanmu.” Sambungnya.

Aku kembali menatapnya, berusaha meyakinkan diriku sendiri jawaban apa yang harus kuberikan. Aku menganggukkan kepalaku dan kulihat matanya berbinar. “Baiklah, kita coba mengenal satu sama lain. Tapi ini bukan berarti aku menerimamu ya? Hanya proses saling mengenal saja.” Kulihat wajahnya kembali datar.

“Baiklah, tapi aku juga meminta selama kita dalam proses saling mengenal, kau tidak boleh berkencan dengan pria lain. Begitu juga aku, tidak akan berkencan dengan wanita lain selain dirimu.”

“Mwo? Itu sama saja Lee Joon ssi!” Enak saja, bagaimana bisa begitu? Ini sama saja memaksaku secara tidak langsung untuk menerimanya. Benar tidak?

“Aku tidak mau tahu, karena nuna tadi mau aku anggap nuna setuju.” Paksanya.

“Astaga Lee Joon ssi, kau benar-benar menyebalkan!” sahutku kesal.

“Aku memang menyebalkan. Pria menyebalkan yang menubrukmu sampai terjatuh dan tidak sengaja mencium pipimu. Dan sekarang aku memaksamu. Benar bukan?” tanyanya.

“Baru kali ini aku menemukan pria sejenismu Lee Joon ssi!”

“Dan untuk itu aku akan membuatmu lebih terkesan denganku. Aku akan membuatmu jatuh cinta padaku, Jina nuna.”

“Aishhh.. Semoga saja aku tidak menyesal mengambil keputusan ini Lee Changsun ssi.”

“Tentu saja tidak nuna. Ah ya, kau mau makan apa nuna?” sahutnya dengan wajah yang sangat ceria. Astaga, pria dihadapanku ini benar-benar pria sejuta ekspressi.

“Terserah kau saja.”

Kami menghabiskan sore itu dengan makan dan mengobrol banyak sekali. Dia pria yang sangat terbuka dan menyenangkan. Dia menceritakan kehidupan pribadinya, mulai awal dia menjadi pemeran Raizo di Ninja Assassin serta awal dia debut. Dia juga menceritakan tentang kedua orang tuanya. Aku hanya mendengarkan dan menanggapi sebisaku. Yah, aku harap kau tidak mengecewakanku Lee Joon ssi.

“Nuna, ayoo.” Dia mengulurkan tangannya saat kami menyelesaikan makan sore.

“Kemana?” tanyaku sambil membersihkan mulutku dengan tissue.

“Kita pergi ke suatu tempat. Aku sudah lama ingin kesana, kebetulan sekali kau juga memakai celana jeans kemari.”

“Memangnya kau mau mengajakku kemana?”

“Sudah ikut saja!” dia menarik tanganku setelah sebelumnya meninggalkan beberapa lembar uang diatas meja.

“Joon, tunggu!” aku melepaskan tanganku dari genggamannya.

“Kenapa?” dia terlihat kaget dengan perbuatanku.

“Tanganmu, apa nanti kita tidak akan ketahuan?”

“Kau takut nuna?”

“Ya! Jelas saja. Bagaimana kalau terlihat media masa atau ada sesaeng fans yang membuntuti kita?”

“Tenang saja, serahkan semuanya padaku.” Jawabnya sambil menarik tanganku lagi.

Kami keluar dari kafe sambil bergandengan tangan, aku tersenyum samar pada pria disampingku. Dia membukakan pintu mobil untukku, tak lupa dia juga memasangkan belt. Lalu dia mulai melajukan mobilnya. Sekitar dua puluh menit kemudian kami sampai di tempat yang ia maksud. Ternyata ia membawaku ke sebuah tempat ice skating.

“Ayo nuna, kita mulai kencan pertama kita.” Ucapnya sambil melepaskan seatbelt. Aku menatapnya heran. First date? Seakan mengerti akan keherananku dia tersenyum dan membantuku melepaskan seatbelt. Jangan pasang tampang bingungmu itu nuna.

**

“Yak Lee Joon ssi!!!” Jina nuna berteriak saat aku menariknya untuk melakukan gerakan-gerakan skating yang agak ekstrim. Aku tertawa melihat tingkahnya. Dia ini, wanita yang sekarang ada dihadapanku benar-benar sedang menunjukkan siapa dirinya. Polos sekali.

“Lee Joon-ah, sudah.. Aku menyerah kali ini. Aku lelah Lee Joon-ah” pintanya sambil menyender di didnding tembok.

“Baiklah nuna, hari ini kita cukup sampai disini. Kajaa! Kita pulang hmm..” aku meraih tangannya dan mengajaknya menepi. Entah mengapa setiap aku menggenggam tangannya ada rasa hangat yang seketika mengalir di dadaku. Ada perasaan yang membuatku selalu ingin berada di sampingnya.

Kami melepaskan sepatu skating kami dan keluar dari area skating masih dengan bergandengan tangan dan aku tak bisa menahan senyum yang sedari tersungging manis dibibirku.

“Nuna ya.. Ternyata tidak perlu menunggu lama agar aku bisa menggenggam tanganmu seperti ini ya” ucapku pelan.

“Mwo?”

“Ya, aku tidak perlu menunggu hingga akhirnya kita dipertemukan dalam sebuah variety show dimana aku diharuskan memegang tanganmu seperti yang dilakukan oleh Jonghoon.”

“Ahaha.. Kau ini lucu sekali Lee Joon ssi.” jawabnya sambil tertawa.

“Nuna, mengapa kau menertawakanku?”

“aniyaa.. Hanya saja ucapanmu terdengar lucu lee Joon-ah.”

“Nuna.. Kau ini benar-benar membuatku gemas.” Dia mengangkat kedua tangannya membentuk huruf v.

**

Lee Joon mengendarai mobilnya sampai didepan sebuah apartemen yang cukup mewah.

“Kita sampai nuna.” Ucapnya lalu mematikan mesin mobil.

“Akhirnya.. Ah Lee Joon ssi, terima kasih sudah mau mengantarku.” Jawab Jina sambil membuka seatbeltnya.

“Tidak perlu berterima kasih nuna. Sudah kewajibanku untuk mengantarmu pulang setelah menculikmu dari sore tadi. Terima kasih Jina Nuna.”

“Baiklah kalau begitu, aku masuk dulu Lee Joon ssi. Kau hati-hati ya. Jangan sampai mengantuk. Sampai berjumpa lagi!” Jina membuka pintu mobil namun sebuah tangan menahannya. Lalu tiba-tiba… chu.. Sebuah kecupan dengan indah mendarat di pipi kirinya. Refleks ia mengusap pipi kirinya.

“Kali ini jangan marah padaku nuna. Kita sedang dalam sebuah hubungan bukan? Wajar kalau aku mengecupmu bukan? Aku menyayangimu Choi Jina Nuna.. “

**

Aku berjalan menuju meja disebelah ranjang tidurku, membuka tasku, mengeluarkan ponsel dari dalam tas dan merebahkan tubuhku diatas ranjang berusaha mengingat apa saja yang telah aku lakukan seharian ini. Tiba-tiba saja ingatanku tertuju pada kejadian tadi sore..

Ah Choi Jina.. Apa yang baru saja kau lakukan? Mengapa kau tidak memikirkan akibatnya? Bagaimana kalau hubungan kalian diketahui publik? Apa tanggapan mereka? Tuhan.. Apa yang seharusnya aku lakukan sekarang? Aku memegang pipi kiriku.. Dia mengecupnya lagi. Mengecup pipiku..

Tiba-tiba ponsel yang sedang ku pegang bergetar menandakan sebuah pesan masuk.

Sender: Lee Joon

Apa yang sedang kau pikirkan nuna? Jangan bilang kau sedang berencana untuk melakukan sesuatu.

Astaga.. pria ini, mengapa bisa dia tahu aku sedang memikirkan sesuatu?

To: Lee Joon

Kau tahu apa yang sedang kupikirkan? Entahlah.. Aku juga bingung Lee Joon ssi.

Sender: Lee Joon

Boleh aku meminta sesuatu padamu nuna?

To: Lee Joon

Apa?

Sender: Lee Joon

Percayalah padaku . . . Serahkan semuanya padaku. Yang perlu kau lakukan saat ini adalah percaya padaku nuna.

Aku terdiam membaca pesannya.. Percaya padanya?

To: Lee Joon

Aku percaya padamu Lee Joon ssi..

Sender: Lee Joon

Sekarang tidak ada yang perlu kau pikirkan bukan? Beristirahatlah. Besok United Cube Concert bukan? Tidur yang nyenyak nunaku. Aku menyayangimu mimpi indah nuna. ♥

To: Lee Joon

Baiklah. Kau juga ya. Tidur yang nyenyak dan mimpi indah Joonie.  Aku juga menyayangimu

Aku mematikan ponselku dan mengambil posisi tidur yang enak.. Bersiap terbang ke alam mimpi. Selamat tidur Lee Joon ssi..

**

tumblr_mhl90jVweS1rt62q4o1_500

United cube concert dimulai pukul 6 malam. Acara yang sudah lama kami tunggu. Yah..

“Nuna, apa kau didalam?” seseorang mengetuk pintu ruangan make up.

“Iya. Siapa?”

“Ini aku nuna.” Ucapnya sambil tersenyum.

“Oh, kau Jihoon ssi?”

“Memangnya kau pikir siapa nuna?” Roh Jihoon, salah satu soloist dari agensi yang sama denganku.

“Nuna, aku ingin bertanya padamu.. Apa kemarin malam kau keluar?” Aku menatapnya dari cermin didepanku.

“Pergi? Memangnya kenapa?”

“Tidak.. Hanya saja kebetulan aku lewat didepan sebuah restauran, dan sepertinya aku melihatmu sedang bergandengan dengan seorang pria?” Deg! Aku langsung mengherntikan aktivitasku.

“Mungkin kau salah lihat Jihoon-ah, aku kemarin memang pergi namun ke sebuah wawancara radio, itu saja aku langsung pulang setelahnya.”

“Ah iya mungkin sjaa begitu nuna. Aku yang salah sepertinya. Maaf nuna sudah mengganggumu.”

“Gwenchanayo Jihoon-ah.”

“Baiklah nuna, selesaikan riasanmu. 5 menit lagi kita konferensi pers. Dan nuna, kau terlihat cantik malam ini.”

“Terima kasih Jihoon ssi..”

**

United cube concert malam ini berjalan dengan sangat sukses. Kami benar-benar senang melihat antusiasme warga Seoul. Aku juga senang melihat bertambahnya penggemarku. Terbukti saat aku menyanyikan beberapa lagu mereka semua ikut bernyanyi tadi. Mendadak ponselku berdering. Sebuah panggilan masuk.

Lee Joon Calling…

Dengan cepat kuangkat panggilan dari namjaku ini.

“Yeoboseyo?”

“Nuna yaa!! Aku ingin bertemu. Habis ini aku akan menjemputmu, kau jangan pulang dulu!” dengan cepat ia mematikan ponselnya.

“MWOOOO? Dasar namja aneh. Mendadak ingin bertemu? Dan ada apa dengan nada bicaranya tadi? Terdengar kesal.” Aku memasukkan ponselku dengan tergesa dan menghapus sisa make-up yang menempel diwajahku.

“Eonni! Kau hebat!!” Hyuna menghampiriku lalu memelukku dari belakang.

“Kalian juga hebat Hyuna-ya. Kita semua hebat!” jawabku singkat.

“Ayo ikut bergabung makan malam dengan kami!” Ajaknya sambil menyisir rambut panjangnya.

“Emm.. Kalian saja duluan, aku ada janji dengan seseorang. Nanti kalau sempat aku menyusul ya.” Dia terlihat sedikit kecewa.

“Baiklah kalau begitu. Tapi sempatkan untuk menyusul kami ya eonni?”

Aku hanya tersenyum menanggapi perkataan Hyuna. Tidak mengiyakan tidak juga menolaknya.

“Baiklah kalau begitu aku keluar dulu eonni. Sudah ditunggu Jihyun eonni.”

“Kalian berhati-hatilah!” pesanku.

Dia hanya tersenyum dan melambaikan tangannya. Dasar bocah..

Aku melirik arloji tanganku, sudah cukup larut. Aku harus bergegas. Aku melangkahkan kakiku keluar dari ruang make up. Berjalan menuju halaman parkir dan aku sudah mendapati mobil Lee Joon terparkir dengan rapi. Mengapa pria itu sudah ada disini? Aturan dia tiba harusnya 10 menit lagi bukan? Aku segera berjalan kearah mobilnya dan masuk kedalam.

“Apa kau sudah menunggu lama?”

“Baru saja sampai nuna. Kau sudah makan?”

“Belum Joon, tadi aku diminta bergabung dengan yang lain. Tapi tiba-tiba saja kau menelepon jadi aku batalkan.”

“Kalau begitu ayo makan malam bersama saja. Aku juga belum makan nuna. Oh iya mana tanganmu?”

“Tangan?”

“Iya, cepat berikan tanganmu padaku nuna.”

Aku mengulurkan kedua tanganku, dan dengan cepat ia meraihnya lalu mengusap-usap tanganku. Menggenggamnya erat.. Menyelipkan jarinya di sela-sela jariku. Apa yang sedang dia lakukan?

“Joonie-ah, apa yang kau lakukan?” Dia menatapku dengan pandangan tajam.

“Aku? Hanya sedang menghilangkan jejak.”

“Mwoya?” Ia lalu melepaskan genggaman tangannya. Lalu mengeluarkan ponselnya.

“Lihat ini!” Aku meraih ponselnya dan melihat fotoku sedang bergandengan tangan dengan Jihoon tadi saat United Cube Concert. Apa maksudnya? Aku menatapnya heran dan dia mendengus pelan.

tumblr_mhldz4GqZE1rt62q4o1_500

tumblr_mhle03Xdwa1rt62q4o1_500

“Bukankan sudah kubilang tidak boleh ada orang lain yang menyentuhmu. Apalagi bergandengan tangan denganmu tanpa seijinku. Nuna-ya, aku cemburu. Saat melihatnya di fansitemu aku bergegas menyalakan mobil dan menuju kemari.”

Apaaa? Jadi karena itu dia memintaku menemuinya? Karena itu dia mengusap dan menggenggam tanganku tadi? Ya tuhan.. Pria ini benar-benar..

“Jadi Joonie cemburu hum? Ahhahah… Ternyata kau bisa cemburu juga ya Joon?”

“Nuna.. Apa aku belum mengatakan kepadamu kalau kadar cemburuku ini tinggi?”

“Sepertinya belum. Waktu itu kau hanya mengatakan bahwa aku tidak boleh kontak fisik dengan pria lain. Itu saja.”

“Baiklah nuna, kadar cemburu ku ini tinggi. Hal sekecil apapun yang mengenai dirimu aku ini sensitif.”

“Joonie-ya.. Aku tahu, tapi masa aku tidak boleh sekedar berpegangan tangan? Bagaimana kalau aku ada dalam sebuah variety show yang mengharuskan aku untuk melakukan hal semacam itu? Begini saja, kita buat kesepakatan. Selain berpegangan tangan, hal-hal yang lainnya tidak boleh dilakukan. Bagaimana?”

“Humm.. Agak berat nuna..”

“Joonie-ya.. kau sendiri tahu kita bekerja di dunia yang seperti apa bukan?”

“Baiklah. Hanya berpegangan tangan. Tidak lebih!”

“Iya.. hanya berpegangan tangan.” Kulihat Joon tersenyum puas. “Joon… Nuna lapar” sambungku.

“Aigoo Nuna, baru kali ini aku melhat wajahm yang seperti itu. Baiklah, ayo kita makan nuna ku sayang.” jawabnya yang membuatku tersipu.

“Joonieee.. Jangan panggil aku seperti itu.” aku mencuubit lengannya. Dia tersenyum pelan lalu mencubit pipi kiriku.

“Itu balasanku.” ucapnya lalu melajukan mobilnya…

-continue-

Gimana? Makin aneh? Mungkiin ._. Mianhaeyoo >.< Buat author aslinya aku minta maaf ya baru sempet publish ffnya ‘-‘)v Jaringan di kostan lemot, jadii nunggu sampe rumah deh ^^ ehehe.. Maaf ya buat yang ngerasa 🙂

Iklan

2 thoughts on “The Day I Fall in Love (4)

  1. Akhirnya stlh lama bgt nungguin ini publish, muncul jg ternyata..
    Ini authornya kelewat sibuk atau begimana yak?
    Ga sabarr nunggu lanjutannya…

    Woahhh storylinenya kereeeennn!!! Milla hebat… *pengen peluk author*

    Lee Joon cowo bannget ya.. Straight to the point, ga bertele2, ga nutup2in, suka bilang langsung, apa yg dia ga suka jg diomongin, bikin jinanya speechless, suka nih kl digambarkan kaya gini..

    Seenaknya, demen ngatur, ama maksain kehendak even scr halus..
    Apalagi pas part bersiin tangan buat ngilangin jejak, intinya cewe bakal klepek2 kl diposesifin kaya gini…
    Go lee joon…
    Btw banyak bgt posting jihoon masa.. Pantess kl leejoonnya cemburuu…

    Ahahahhh.. Pokoknya suka ama gayanya leejoon.. Jinanya juga, digambarin akhirnya nyerah..

    Wahhh dpt pipi lagi ama cubitan!! Yaseeekk bakal deket ama skinship yg lebih mesra dong yah.. *kedip genit ama author* XDD

    Makasih Milla buat waktunya nyempetin nerusin ini.. Even lamaaaaaaaaa bgt nunggunya, tapi puas bacanya.. Lanjutkan yah, jgn lama2.. Hehehhhh

    Like it!!

    • Haha.. Maaf ya Revan.. Udah bkin nunggu lamaaaaa banget, asalnya udh jadi sejak lama, cm baru bs publish karna jaringan jeleek ._.v

      storylinenya kereeen? /.\ ehehe.. Makasih makasih *oops kabur segera* XDD ahhaha
      Revan suka Leejoon dibuat gitu? Kkk~ gataua sih, terinspirasi sama kepribadian seseorang sebenernya ‘-‘)a hihihi…

      Makasih ya udh smptin bacaaaa ‘-‘ makasih jg udh komen :)) buat next part ntr cb Milla perbaikin 🙂
      kalo skinshipnya kayanya di part 5 ntr lbh banyakan deh XD tunggu aja yaaa :))

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s